WALHI menilai akar pohon tidak lagi mampu menahan debit air yang besar sehingga aliran langsung masuk ke daerah aliran sungai (DAS).
“Walhi Aceh menemukan 90 persen DAS yang rusak di Aceh itu karena masifnya aktivitas pertambangan ilegal, di Sumatera Barat juga begitu,” tambahnya.
Ia menyimpulkan kondisi tersebut membuat pertahanan ekologis jebol ketika hujan deras datang.
“Jadi, hutannya rusak, DAS rusak, dan ketika hujan dalam kuantitas yang besar itu datang, jebol itu pertahanan infrastruktur ekologis, terjadi banjir dan longsor terus yang dibawa kayu gelondongan,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Tanah Adat Terancam, Warga Sajingan Besar Minta Pembebasan Kawasan Hutan Segera
Hutan Hilang, Warga Ditangkap: Potret Kelam Tambang Nikel Maluku Utara
Banjir Bandang dan Longsor Lumpuhkan Tapteng: Situasi Makin Parah
Moratorium Hutan Diluncurkan, Dedi Mulyadi Sorot Kesalahan Kebijakan Lama
DPR Desak Evaluasi, Alex Curigai Ada Kegagalan Tata Kelola Hutan
Investigasi Kayu Gelondongan: Benarkah Ada Aktivitas Ilegal di Hulu?