Jejak Bom Rakitan SMAN 72 Menyeret Perdagangan Gelap di Dunia Maya

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Sabtu, 22 November 2025 | 08:16 WIB
Menyoroti fakta terkini terkait ABH pelaku dalam insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta. (Dok. Polri)
Menyoroti fakta terkini terkait ABH pelaku dalam insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta. (Dok. Polri)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta memasuki babak baru setelah polisi mengungkap dugaan bahwa bahan peledak yang digunakan anak berkonflik dengan hukum (ABH) dibeli secara online. Temuan ini menimbulkan sorotan tajam terhadap akses bahan berbahaya di platform digital.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat, 7 November 2025 itu menyebabkan 96 orang menjadi korban. Kini, penyidik mendalami dugaan keterlibatan bom rakitan dalam kejadian tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa bahan yang digunakan ABH diduga dibeli melalui platform belanja daring.

“Iya seperti itu dibeli online. Karena kan orang tuanya yang menerima paket,” ujar Budi Hermanto dalam pernyataan resminya, Jumat (21/11/2025). 

Baca Juga: Krisis Remunerasi PTN Memuncak, Menkeu Turun Tangan

Penelusuran menunjukkan paket berisi bahan peledak itu diterima langsung oleh orang tua ABH di rumah. Mereka tidak mengetahui isi sebenarnya karena sang anak memberikan alasan meyakinkan bahwa paket tersebut berisi perlengkapan kegiatan ekstrakurikuler.

Menurut Budi, alasan itu membuat keluarga tidak mencurigai apa pun.

“Terus kalau barang-barang paket yang diterima itu, itu kan untuk ekstra kurikuler sekolah. Jadi tidak ada kecurigaan dari keluarga juga,” katanya.

Polisi juga telah memeriksa ayah dan kakak ABH sebanyak dua kali untuk memahami kebiasaan pelaku di rumah, termasuk perubahan perilaku serta penggunaan perangkat elektronik.

Budi mengatakan bahwa keluarga menyebut tidak melihat adanya perubahan mencolok dari keseharian ABH. Mereka bahkan terkejut ketika mengetahui keterlibatan sang anak.

“Ya itu kaget, nggak menyangka kan,” ucapnya.

Sementara itu, polisi belum dapat meminta keterangan langsung dari ABH karena kondisi fisik dan psikisnya belum pulih. Berdasarkan keterangan medis, ABH baru melepas selang makan dua hari sebelumnya dan masih mengalami pusing, mual, serta kondisi mental yang belum stabil.

“Dia masih beradaptasi, jadi masih ada rasa mual pusing,” kata Budi.

Baca Juga: Hutan Hilang, Warga Ditangkap: Potret Kelam Tambang Nikel Maluku Utara

Ia menegaskan bahwa pemeriksaan baru bisa dilakukan setelah dokter menyatakan ABH siap.

"Karena dia masih bengong, terus ngomong sebentar kadang masih seperti belum pulih sepenuhnya,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X