PONTIANAKGLOBE.COM, CILACAP -- Bencana longsor kembali menimbulkan kepanikan warga di wilayah Jawa Tengah. Setelah insiden di Cilacap beberapa hari lalu, Banjarnegara kini mengalami peristiwa serupa pada Minggu, (16/11/2025) sore. Sebanyak 179 warga Desa Pandanarum terpaksa mengungsi setelah tanah dari bukit di Dusun Situkung bergerak dan meluncur ke permukiman.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, menyebut Tim Reaksi Cepat langsung dikerahkan sesaat setelah laporan diterima.
“Berdasarkan data hingga pukul 16.35 WIB, tercatat sebanyak 179 jiwa mengungsi ke Pendopo Kecamatan Pandanarum,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Baca Juga: Gerebek Gudang BBM di Bangka Belitung: 42 Ton Solar Subsidi Disembunyikan
BPBD masih melakukan pendataan rumah terdampak, namun proses ini terganggu karena kondisi tanah di lokasi kejadian masih labil.
Situasi tersebut juga terlihat dalam video berdurasi 26 detik yang beredar di akun X, memperlihatkan warga berlarian saat material longsor turun dari bukit. Dalam video lain berdurasi 13 detik, sebuah rumah tampak telah tertimbun sementara narator menyebutkan pergerakan tanah masih terjadi.
Peristiwa di Banjarnegara muncul hanya beberapa hari setelah longsor besar melanda Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, pada Kamis, (13/11/2025). Tragedi itu membuat wilayah tersebut ditetapkan sebagai zona merah setelah puluhan warga tertimbun.
Data terakhir menunjukkan jumlah korban mencapai 46 orang, terdiri dari 23 selamat, 13 meninggal dunia, dan 10 lainnya masih dicari hingga Minggu pukul 18.00 WIB.
Untuk mencegah longsor susulan, langkah mitigasi dilakukan di kawasan hulu. Dandim 0703 Cilacap, Letkol Inf Andi Aziz, menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan tim geologi UGM untuk menganalisis struktur tanah.
“Dari pihak geologi UGM sudah melakukan analisa. Mereka meninjau lokasi awal longsor dan membuat sodetan agar aliran sungai tidak lagi menuju titik longsor,” katanya di lokasi kejadian.
Pemerintah Kabupaten Cilacap juga menegaskan relokasi warga di zona merah merupakan tindakan wajib. Sekda Cilacap, Sadmoko Danardono, mengatakan pendataan dilakukan dalam satu hingga dua hari ke depan.
“Kami wajibkan daerah yang diperiksa ini sebagai daerah merah karena rawan potensi bencana alam dan tidak layak sebagai tempat hunian,” ujarnya.
Baca Juga: Sorotan Tajam ke Dunia Pendidikan: Bullying Didiamkan, Nyawa Melayang?
Pemerintah daerah meminta waktu untuk menginventarisasi seluruh warga yang harus dipindahkan secara menyeluruh.
Pemantauan di Cilacap dan Banjarnegara masih berlangsung. Tim gabungan terus menilai kondisi lapangan, sementara BPBD mengimbau warga tetap berada di tempat aman sampai situasi benar-benar stabil.
Artikel Terkait
Sekda Jabar Pastikan Bantuan Logistik dan Santunan untuk Korban Longsor Gunung Kuda
Kesaksian Korban Longsor Tambang Batu Gunung Kuda, Tertimbun 30 Menit, Selamat Berkat Telepon Darurat
Tragedi Longsor di Cirebon: 19 Korban Meninggal, 6 Masih Hilang
Longsor Saat Hujan Deras di Desa Depok, Empat Anggota Keluarga Ditemukan Tak Bernyawa
Kematian MH Guncang Tangsel: Siapa yang Bertanggung Jawab
Hari ke-4 Pencarian: 11 Warga Masih Hilang di Balik Material Longsor Majenang