Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalbar, Muhajirin Yanis, menilai Pesparani sebagai wujud nyata moderasi beragama.
Baca Juga: Truk Rem Blong Tabrak Beruntun di Semarang, Tiga Kendaraan Terguling
“Lewat musik liturgi, umat Katolik mengungkapkan iman dan cinta kepada Tuhan serta menumbuhkan harmoni dan toleransi dalam masyarakat yang majemuk,” katanya.
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya menyangkut infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pembentukan karakter dan spiritualitas masyarakat.
“Pembangunan moral dan spiritual menjadi bagian penting untuk menciptakan masyarakat yang tangguh dan berdaya saing,” ujarnya.
Menurutnya, Pesparani memiliki makna strategis karena tak sekadar ajang seni gerejani, melainkan sarana mempererat persaudaraan dan menumbuhkan nilai kasih.
“Melalui lagu-lagu pujian, kita diajak memuliakan Tuhan dan menumbuhkan pribadi yang berintegritas dan unggul,” tutur Gubernur.
Ia menutup pesannya dengan harapan agar Pesparani tidak hanya menjadi tempat mencari talenta unggul untuk tingkat nasional, tetapi juga momentum memperdalam pemahaman dan penghayatan nilai-nilai Kitab Suci dalam kehidupan sehari-hari. ***
Artikel Terkait
10 Ribu Penari Patajanggung Semarakkan Pembukaan Pesparani II di Kupang Nusa Tenggara Timur
Buka Pesparani III, Yaqut: Menag Apresiasi Doktrin 100 Persen Katolik 100 Persen Indonesia
Pesparani III Resmi Ditutup, Begini Ajakan Ketua KWI pada Umat Katolik Agar Jadi Duta Bhinneka Tunggal Ika
Provinsi Maluku Jawara Umum Pesparani III, Ini Daftar Lengkap Juara Termasuk Mazmur Remaja
Gelar Perdana! Pesparani Katolik I Kalbar 2025 Siap Dilaksanakan di Pontianak, Ini Jadwal Lengkap-nya
Gubernur Kalbar Apresiasi Pesparani 2025, Momentum Pererat Kerukunan dan Persaudaraan Umat