PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Tradisi Gua Maria dalam Gereja Katolik berawal dari peristiwa penampakan Bunda Maria di Lourdes, Prancis, pada tahun 1858.
Gadis muda bernama Bernadette Soubirous menyaksikan penampakan Maria di sebuah gua kecil bernama Massabielle.
Dalam penampakan itu, Maria memperkenalkan diri sebagai “Yang Dikandung Tanpa Noda Dosa” (Immaculate Conception).
Peristiwa ini diakui resmi oleh Gereja Katolik, dan sejak saat itu, Gua Lourdes menjadi salah satu tempat ziarah paling terkenal di dunia.
Setiap tahun jutaan peziarah datang untuk berdoa, memohon kesembuhan, dan memperdalam iman.
Gua Lourdes kemudian menginspirasi pembangunan banyak Gua Maria di seluruh dunia — termasuk di Indonesia.
Perkembangan Gua Maria di Indonesia
Di Indonesia, tradisi membangun Gua Maria mulai berkembang pada awal abad ke-20, seiring dengan meluasnya karya misi Katolik.
Para misionaris dan umat lokal mendirikan replika Gua Lourdes sebagai tempat doa dan devosi kepada Bunda Maria.
Salah satu yang tertua dan paling dikenal adalah Gua Maria Sendangsono di Kulon Progo, Yogyakarta.
Gua ini berdiri di lokasi sumber air yang pernah menjadi tempat baptisan pertama bagi umat Katolik pribumi pada tahun 1904.
Sendangsono dikenal sebagai “Lourdes van Java” dan menjadi pusat peziarahan terbesar di Indonesia.
Hingga kini, hampir setiap keuskupan di Indonesia memiliki setidaknya satu Gua Maria, yang menjadi pusat devosi umat setempat.
Sepuluh Gua Maria Terkenal di Indonesia
Artikel Terkait
Jadwal Misa Gua Maria Anjongan pada Bulan Oktober 2023
10 Gua Maria Terkenal di Dunia dan Kisah di Baliknya, yang Mana Favorit untuk Kamu Kunjungi
Gua Maria Lourdes di Prancis Tempat Ziarah Umat Katolik Paling Terkenal di Dunia, Begini Kisah Dibaliknya
Gua Maria Guadalupe di Meksiko, Jadi Tempat Ziarah Umat Katolik. Begini Kisah di Balik Kepopulerannya
Uskup Agustinus Gelar Misa Natal, Berkati Gua Maria Mini dan Resmikan Tahun Yubelium di Lapas Pontianak
Resmi! Paus Leo XIV Tunjuk Mgr Samuel Oton Sidin OFM Cap Jadi Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Terima Pengunduran Mgr Agustinus Agus