money-moves

Biaya Mudik Lokal Antar-Kabupaten di Kalbar: Trik Mengatur Uang Biar Gak Kering Pasca-Pulang Kampung

Senin, 1 Juni 2026 | 22:42 WIB
Foto Ilustrasi jalanan yang macet saat mudik. (Unsplash @zenitarka)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Kota Pontianak adalah magnet utama bagi ribuan anak muda dari berbagai penjuru Kalimantan Barat.

Mulai dari mahasiswa yang menuntut ilmu di Untan, Polnep, atau IAIN, hingga para pekerja pemula yang mengadu nasib di pusat kota.

Baca Juga: Melirik Tren Work from Cafe (WFC) di Pontianak: Produktivitas Riil atau Cuma Validasi Gaya Hidup?

Konsekuensinya, setiap ada momen libur panjang kampus atau hari raya, gelombang mudik lokal antar-kabupaten selalu terjadi dengan masif.

Perjalanan mudik menyusuri jalur darat Kalbar—baik menuju Sintang, Kapuas Hulu, Melawi, hingga Ketapang—bukanlah perkara sepele.

Selain menguras fisik karena jarak tempuh yang bisa memakan waktu belasan jam, momen pulang kampung ini juga menjadi ujian berat bagi stabilitas dompet anak kos.

Banyak anak muda yang mengeluh tabungannya amblas total pasca-mudik, sehingga harus hidup super menderita dengan menu mie instan setibanya kembali di Pontianak.

Baca Juga: Hampir 10 Tahun Beribadah di Rumah Sewa, GKE Betlehem Pontianak Bersiap Bangun Gereja Sendiri

Biar hal itu gak menimpamu, yuk kita bedah trik mengatur biaya mudik lokal yang taktis!

1. Kalkulasi Riil Komponen Biaya Transportasi

Jangan cuma menghitung harga tiket bus atau travel saat merencanakan mudik.

Ada rantai pengeluaran kecil yang sering luput dari anggaran:

* Ongkos Logistik Jalanan: Biaya makan di rumah makan persinggahan daerah Tayan atau Bodok, jajan kopi penahan kantuk, hingga biaya parkir dan toilet.

* Biaya Perawatan Kendaraan: Jika kamu memilih mudik menggunakan sepeda motor pribadi demi menghemat biaya, pastikan sudah memasukkan komponen biaya ganti oli dan servis mesin sebelum berangkat.

Mogok di tengah jalan trans-Kalimantan akan memakan biaya evakuasi yang jauh lebih mahal!

Halaman:

Tags

Terkini