money-moves

Efek Domino Setelah Tropical Coastland Dicoret dari PSN, Saham PANI Langsung Babak Belur

Selasa, 14 Oktober 2025 | 10:56 WIB
Ilustrasi pergerakan bursa saham di IHSG. (Pixabay/StockSnap)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kinerja saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), emiten properti yang terafiliasi dengan pengusaha Sugianto Kusuma alias Aguan, tengah goyah setelah kabar mengejutkan datang dari pemerintah.

Harga saham PANI yang sempat meroket hingga 45 persen dalam enam bulan terakhir, kini berbalik arah.

Baca Juga: CEO Promedia Agus Sulistriyono Tegaskan, Kalau Tata Kelola MBG Benar, Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Bukan Mimpi

Dalam lima hari perdagangan terakhir, nilainya anjlok lebih dari 12 persen ke level Rp13.975 pada Senin (13/10/2025) siang.

Padahal, sejak April lalu saham ini masih bertengger di kisaran Rp8.000-an dan bahkan sempat menembus Rp16.700 pada 23 Juli 2025.

Anjloknya saham PANI terjadi setelah pemerintah secara resmi mencoret proyek Tropical Coastland di kawasan utara Jakarta dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Kabar tersebut muncul usai terbitnya pembaruan Peraturan Presiden (Perpres) terbaru yang tak lagi memasukkan proyek tersebut dalam daftar PSN, memicu kepanikan di kalangan investor.

Sejak awal tahun, saham PANI menjadi salah satu primadona di sektor properti berkat geliat proyek besar PIK-2, hasil kolaborasi antara Agung Sedayu Group dan Salim Group.

Proyek tersebut dikenal ambisius dengan konsep hunian mewah, kawasan bisnis, serta akses langsung menuju pesisir pantai utara Jakarta.

Baca Juga: Prabowo Tiba di Mesir, Saksikan Penandatanganan Perdamaian Bersejarah Gaza

Status PSN sebelumnya memberi keyakinan bahwa proyek ini akan mendapat dukungan penuh pemerintah — mulai dari kemudahan perizinan hingga percepatan infrastruktur.

Namun, begitu status tersebut dicabut, pasar langsung bereaksi negatif.

Klarifikasi dari PANI

Wartawan bisnis senior Muhammad Al Azhari menilai penurunan saham PANI bukan sekadar aksi panic selling, melainkan bentuk koreksi harga alami setelah reli yang terlalu tinggi.

“Pasar sedang menyesuaikan ekspektasi dengan realita baru: proyek yang dulunya dianggap strategis kini tidak lagi mendapat status PSN. Kenaikan sebelumnya juga banyak ditopang oleh sentimen, bukan fundamental,” jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini