PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Bagi investor, meraih keuntungan tentu menjadi tujuan utama.
Karena itu, memahami karakteristik saham sebelum membeli sangat penting.
Baca Juga: BCA Klarifikasi Isu Akuisisi 51 Persen Saham di Era Megawati, Fakta vs Isu
Dua pendekatan yang umum digunakan untuk menilai saham adalah analisis fundamental dan analisis teknikal.
Namun, apa perbedaan keduanya, dan mana yang sebaiknya digunakan?
Analisis Fundamental
Analisis fundamental menilai nilai intrinsik suatu perusahaan dengan melihat kondisi keuangan, ekonomi, serta industri terkait.
Pendekatan ini biasanya menggunakan data dari laporan keuangan seperti Price to Earning Ratio (P/E), Return on Equity (ROE), serta indikator lainnya.
Investor legendaris seperti Warren Buffet adalah contoh tokoh yang mengandalkan analisis fundamental untuk berinvestasi.
Umumnya, pendekatan ini digunakan oleh investor jangka panjang yang percaya bahwa kinerja dan prospek bisnis perusahaan akan menentukan nilai saham dalam jangka waktu lama.
Ciri-ciri analisis fundamental:
-
Fokus: Menilai nilai wajar saham berdasarkan data ekonomi dan keuangan perusahaan.
-
Tujuan: Menemukan saham yang undervalued atau overvalued untuk investasi jangka panjang.
-
Sumber data: Laporan keuangan, kondisi ekonomi, tren industri, dan kebijakan perusahaan.
-
Cocok untuk: Investor jangka panjang yang ingin memahami kesehatan perusahaan secara mendalam.
Artikel Terkait
Pasar Saham RI Diprediksi Bangkit Semester II 2025, Ini Sektor Unggulan Menurut JP Morgan
Fenomena September Effect Sudah Terbukti Dalam 100 Tahun, Mengapa Pasar Saham Sering Melemah di Bulan Ini?
Jangan Asal Beli Saham! Begini Cara Cerdas Masuk ke Pasar Modal untuk Pemula
Jangan Asal Beli Saham! Begini Cara Cerdas Masuk ke Pasar Modal untuk Pemula
Forex vs Pasar Saham, Mana yang Tepat untuk Investor Pemula? Ternyata Bukan Pilih yang Lebih Untung, tapi Faktor Ini
Forex vs Saham, Begini Cara Memilih Investasi Aman untuk Pemula, Jangan Asal Ikut Tren!