Pengguna aplikasi BRImo meningkat 19,4 persen YoY menjadi 44,4 juta, dengan nilai transaksi mencapai Rp5.067,1 triliun.
Untuk nasabah korporasi, platform Qlola by BRI mencatat lonjakan transaksi 35,4 persen menjadi Rp9.317 triliun, menjadikan transaksi digital mencapai 99,4 persen dari total aktivitas perbankan.
Baca Juga: Cara Mudah Tarik Saldo DANA ke Rekening BRI 2025, BeginPanduan Lengkap
Dalam segmen mikro, Holding Ultra Mikro (UMi) yang terdiri dari BRI, Pegadaian, dan PNM kini menjangkau 34,5 juta debitur aktif dengan 185 juta rekening mikro. BRI juga memiliki lebih dari 1,2 juta AgenBRILink dengan volume transaksi Rp1.293,5 triliun.
Program pemberdayaan seperti Desa BRILian (4.909 desa binaan), KlasterkuHidupku (41.715 klaster usaha), dan LinkUMKM (13,6 juta pengguna) terus memperkuat ekosistem ekonomi rakyat.
Dari sisi permodalan, BRI memiliki Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,4 persen, Loan to Deposit Ratio (LDR) di angka 86,5 persen, serta Non-Performing Loan (NPL) hanya 3,08 persen dengan coverage ratio 183,1 persen.
“Angka tersebut menunjukkan tingkat kehati-hatian dan ketahanan BRI dalam menjaga stabilitas keuangan serta kepercayaan investor,” ujar Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom.
Wakil Direktur Utama Agus Noorsanto menambahkan, sinergi antara BRI dan anak perusahaannya menyumbang 19,9 persen terhadap total laba konsolidasi.
“Sinergi grup memperkuat BRI sebagai entitas keuangan yang terintegrasi dan berkelanjutan,” tegasnya. ***
Artikel Terkait
BRI UMKM EXPORT 2025, Peluang UMKM Indonesia untuk Go Global di Tahun 2025
Dapen BRI Mantapkan Manajemen Risiko Berkelas Dunia dengan ISO 31000:2018
BRI CoreLab dan Promedia Hadir di USU, Latih Mahasiswa Kuasai Dunia Digital
BRI Journalism 360 Medan Bersama Promedia, Peluang Gen Z Jadi Content Creator dan Bisnis Digital di Era Modern
BRI Mediapreneur Talks Promedia 2025 Siap Sambangi Kota Serang: Seminar Bisnis untuk Jurnalis hingga Pengusaha Media
Purbaya Yudhi Sadewa Gantikan Sri Mulyani Sebagai Menteri Keuangan, Begini Kata BRI Danareksa tentang Perspektif Baru atas Tantangan Ekonomi Indonesia