Belajar dari Krisis 2008, Milenial Disiplin Menabung, Gen Z Lebih Melek Digital

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 5 September 2025 | 12:11 WIB
Ilustrasi generasi milenial yang menyadari pentingnya memiliki tabungan darurat untuk kemandirian finansial. (Freepik.com)
Ilustrasi generasi milenial yang menyadari pentingnya memiliki tabungan darurat untuk kemandirian finansial. (Freepik.com)

Survei National Association of Personal Financial Advisors (NAPFA) pada 2025 menunjukkan sebagian besar milenial masih mencari saran keuangan dari keluarga, teman, atau media sosial.

Baca Juga: Pemula Wajib Tahu, Ini Rekomendasi Serum Eksfoliasi Harga Mulai Rp30 Ribuan

Hanya 21 persen yang benar-benar menggunakan jasa penasihat keuangan profesional.

Meski demikian, tingginya biaya hidup tetap menjadi tantangan.

Harga sewa, rumah, dan inflasi seringkali naik lebih cepat dibandingkan gaji, sehingga banyak milenial harus lebih kreatif mengatur anggaran.

Bagaimana dengan Gen Z?

Pakar menilai Generasi Z mulai menunjukkan kesadaran finansial yang serupa, meski pendekatannya berbeda.

Baca Juga: BBM Non-Subsidi Langka di SPBU Swasta, Ini Penjelasan Wamen ESDM

Berada di era digital, Gen Z lebih banyak memanfaatkan aplikasi keuangan, e-wallet, hingga investasi berbasis platform online.

“Gen Z lebih melek teknologi, mereka belajar investasi dari media sosial atau aplikasi finansial. Meski risikonya ada, ini menunjukkan mereka lebih cepat terjun ke dunia finansial dibandingkan milenial di usia yang sama,” kata Joy.

Namun, Gen Z juga menghadapi tantangan baru.

Baca Juga: Subsidi Motor Listrik 2025 Mandek, Pemerintah Janjikan Skema Baru 2026

Kenaikan biaya hidup yang semakin tinggi serta ketidakpastian ekonomi global membuat mereka harus menyeimbangkan gaya hidup digital dengan perencanaan keuangan yang disiplin.

Boneparth menambahkan, kombinasi kesadaran milenial yang lahir dari pengalaman krisis dan keterampilan digital Gen Z bisa menjadi fondasi kuat bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan keuangan masa depan.

“Waktu terbaik untuk mulai adalah kemarin. Waktu terbaik kedua adalah hari ini,” tegas Joy. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X