PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Hendrikus Adam, aktivis lingkungan sekaligus Direktur Walhi Kalimantan Barat, pada Senin, 9 Desember 2024, memenuhi panggilan Pengamanan Internal (Paminal) Polda Kalimantan Barat.
Kedatangan Hendrikus Adam ke Polda Kalbar terkait dugaan keterlibatan oknum berinisial BN dalam penambangan emas di Sungai Landak, Binua Nahaya, Kabupaten Landak.
Baca Juga: Hana Hanifah, dari Artis FTV hingga Kasus Transfer Uang SPPD Fiktif yang Menyita Perhatian
Hendrikus hadir bersama Abdul Aziz dari LBH Pontianak sebagai kuasa hukumnya.
Ia memberikan keterangan kepada Iptu Sihar Lumbantoruan, Kanit I Subbidpaminal Bidpropam Polda Kalbar, serta tim dalam sesi interogasi.
Hendrikus Adam menjelaskan bahwa informasi mengenai keterlibatan oknum BN diperoleh dari seorang cukong tambang yang sempat menawarkan uang kepadanya agar tidak mempermasalahkan aktivitas penambangan tersebut.
Ia menegaskan bahwa surat yang ia kirimkan pada November 2024 kepada pihak kepolisian mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum (APH) dalam penambangan emas di kawasan itu merupakan langkah advokasi.
Baca Juga: Prabowo Dorong Digitalisasi untuk Perangi Korupsi dan Reformasi Birokrasi
Hendrikus Adam juga menyampaikan kekhawatirannya terkait maraknya penambangan emas yang kembali terjadi di Binua Nahaya sejak Oktober 2024, serta dugaan praktik suap yang beredar.
Adam mengatakan, meskipun begitu, aktivitas penambangan emas di Sungai Landak masih berlangsung. Hal ini menimbulkan kesan bahwa aparat penegak hukum kurang memberikan efek jera kepada para penambang ilegal.
Hendrikus Adam pun menekankan bahwa penting bagi aparat penegak hukum untuk memastikan masyarakat dapat hidup di lingkungan yang bersih dan sehat, serta menjaga integritas lembaga penegak hukum. ***
Artikel Terkait
Gandeng Greenpeace, Kecamatan Pontianak Utara Gelar Pelatihan Kewaspadaan dan Pengendalian Karhutla
Greenpeace Indonesia: CBD COP15 Berakhir, Indonesia Mesti Percepat Pengakuan Masyarakat Adat
Silaturahmi Ekologis, Walhi Kalbar Beraudiensi dengan Keuskupan Agung Pontianak, Begini Kata Mgr Agustinus
Refleksi 34 Tahun WALHI Kalbar, Perjalanan dan Tantangan Gerakan Lingkungan Hidup
Greenpeace Indonesia Ajak Publik Tak Kendor Awasi Pemerintahan Prabowo-Gibran
Mengenang Nur Hidayati, Mantan Dorektur Walhi dan Greenpeace, Seorang Pejuang Lingkungan yang Berjasa untuk Indonesia