Petugas Berjuang Padamkan Karhutla, Sekitar 2 Hektare Lahan Terbakar di Desa Malek, Sambas Begini Kondisinya

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 25 Oktober 2024 | 05:05 WIB
Petugas Kepolisian dan unsur terkait di Kecamatan Paloh berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Malek, yang menghanguskan sekitar 2 hektar lahan, pada Rabu, 23 Oktober 2024.  (Dok. Polsek Paloh)
Petugas Kepolisian dan unsur terkait di Kecamatan Paloh berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Malek, yang menghanguskan sekitar 2 hektar lahan, pada Rabu, 23 Oktober 2024. (Dok. Polsek Paloh)

PONTIANAKGLOBE.COM, SAMBAS -- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda sekitar 2 hektare lahan di Desa Malek, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, pada Rabu, 23 Oktober 2024.

Sejumlah petugas melakukan patroli untuk memadamkan api, yang melibatkan Polsek Paloh, Koramil, dan Manggala Agni.

Baca Juga: Landak di Kalbar Berkabut Asap Malam Hari, BMKG Tandai Kuning Wilayah Potensi Karhutla

Kapolsek Paloh, AKP Joko, mengonfirmasi bahwa ada areal lahan yang terbakar di Desa Malek.

"Polsek Paloh melakukan patroli pencegahan dan penanggulangan hotspot di wilayah hukum Kecamatan Paloh," ujar AKP Joko pada Rabu.

Patroli dimulai sekitar pukul 08.30 di Dusun Purun RT 004 RW 002 Desa Malek, dengan luas lahan yang terbakar sekitar 2 hektar.

"Pemilik lahan dan penyebab kebakaran masih belum diketahui," tambahnya.

AKP Joko menjelaskan bahwa lahan yang terbakar berada di zona APL (Areal Penggunaan Lain).

Ia menambahkan, jumlah personel yang terlibat dalam patroli dan pemadaman terdiri dari 8 personel Polsek Paloh, 5 personel TNI Koramil Paloh, 10 orang dari Manggala Agni, perangkat desa, dan MPA Desa Malek, serta dukungan dari BNPB dan BKSDA Resort Paloh," jelasnya.

Baca Juga: Hati-Hati Ya, Presiden Jokowi Copot Pangdam, Kapolda Jika Karhutla Terjadi

Upaya pemadaman api mengalami kendala akibat cuaca panas, yang membuat tanaman di sekitar lokasi kebakaran menjadi kering.

"Hembusan angin yang kencang memudahkan api menyala dan menyebar. Minimnya peralatan yang tersedia juga menghambat proses pemadaman," terangnya.

Kondisi geografis lahan yang terbakar terdiri dari vegetasi kayu mati, resam, pakis, dan ilalang.

"Sumber air di sekitar tidak tersedia, dan tanah di lokasi terdiri dari tanah mineral. Cuaca di area tersebut sangat panas," tutupnya.

Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas terus memantau titik api di wilayah Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, pada Kamis, 24 Oktober 2024.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X