Dukungan tersebut datang dari ormas yang telah ada sejak lama hingga yang baru terbentuk menjelang pemilu.
Baca Juga: Dugaan KDRT, Kimberly Ryder Temui Komnas Perempuan untuk Melaporkan Suaminya
“Kami belum mendeklarasikan dukungan, tetapi akan ada saatnya. Jika ada kesamaan visi dan persepsi, tentu kami akan bergerak ke salah satu paslon. Kami sedang mempelajari semua aspek dan akan segera memberikan informasi lebih lanjut,” jelasnya.
Gerakan Cinta Kalbar
Toni menjelaskan bahwa Gerakan Aliansi Masyarakat (Gema) Kalbar lahir dari rasa cinta terhadap daerah Kalimantan Barat, dengan moto cinta damai dan anti-anarkis.
“Kami siap menjadi garda terdepan dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk memajukan Kalbar,” katanya.
Di Posko Rajawali, Gema Kalbar sering berdiskusi tentang visi dan misi masing-masing paslon.
“Kami sudah mulai mengerucut ke satu paslon karena visi misi yang disampaikan di Podcast Tribun Pontianak sangat cocok dengan kami. Namun, ini masih perlu kami dalami lebih lanjut,” tambahnya.
Sekretaris Gema Kalbar, Suparman SSos, menambahkan bahwa organisasi ini telah merancang berbagai program, termasuk program kemasyarakatan, bantuan sosial, dan edukasi kebangsaan. “Kami akan menawarkan program ini kepada masing-masing paslon. Jika ada kesepahaman, kami siap menjalankannya, apalagi saat ini masih dalam masa kampanye,” ungkap Parman.
Ia menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan serta mempererat sinergi antara pemerintah dan ormas, khususnya Gema.
“Rekan-rekan di Gema berinisiatif membentuk aliansi untuk memudahkan koordinasi dan berbagi informasi dengan pemerintah daerah,” jelasnya.
Diketahui bahwa tahapan Pemilukada Kalbar 2024 telah dimulai, dengan masa kampanye berlangsung dari 25 September hingga 23 November 2024, dan pemungutan suara pada 27 November 2024.
“Kami mengajak ormas dan yayasan untuk menjadi mitra pemerintah dalam sosialisasi pentingnya pemilukada dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi demi terwujudnya pemilukada yang aman dan damai, meskipun ada perbedaan pandangan dan pilihan,” tegas Parman. ***
Artikel Terkait
Logika Memilih Calon Tunggal dalam Pilkada, Tantangan Kotak Kosong di Kabupaten Bengkayang, Hal Ini yang Perlu Dilakukan Warga
Pilkada 2024, KPU Pontianak Tetapkan 489.208 Pemilih Dalam Daftar Pemilih Tetap. Apakah Nama Kamu Terdaftar?
Setelah Kaesang Kini Bobby Tunjukkan Aksi Bangga Sebagai Keluarga ‘Mulyono’ Jelang Pilkada, Ungkap Fenomena Politik yang Terjadi di Indonesia
KPU Tetapkan Tahapan Kampanye untuk Pilkada 2024, Ini Deretan Para Artis Berjuang Menarik Perhatian Warga Mulai Si Doel hingga Gilang Dirga
Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto Pastikan Kesiapan Personel untuk Pengamanan Pilkada 2024
Honor KPPS Pilkada 2024, Ini Masa Kerja dan Persyaratannya