3. Degradasi Kepemimpinan
Kemenangan "Kotak Kosong" juga dapat mencerminkan penurunan kualitas kepemimpinan di Bengkayang, terutama setelah berbagai kasus korupsi di masa lalu.
Baca Juga: PDI Perjuangan Kalbar Gerakkan Elite Partai, Norsan-Krisantus Siap Menangkan Pilkada
Jika situasi ini dibiarkan, Bengkayang berisiko mengalami stagnasi dalam hal kemajuan.
4. Potensi KKN Menguat
Kekosongan kepemimpinan yang dihasilkan oleh kemenangan "Kotak Kosong" dapat membuka jalan bagi kembalinya praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang sebelumnya sudah mencemari kabupaten ini.
Masyarakat Bengkayang memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa daerah ini tidak jatuh kembali ke tangan kekuatan koruptif.
Ajakan untuk Memilih Calon Tunggal
Sebagai putra asli Bengkayang, Bernadus mengajak masyarakat untuk mendukung calon tunggal, Sebastianus Darwis, sebagai Bupati Kabupaten Bengkayang.
Menurutnya, memilih Darwis adalah langkah untuk melawan tantangan pembangunan dan membawa Bengkayang menuju masa depan yang lebih baik.
"Memilih calon tunggal lebih baik daripada membiarkan kotak kosong memimpin, yang hanya akan membawa kerugian bagi kita semua. Kita harus maju bersama untuk membangun Bengkayang," tegas Bernadus. ***
Artikel Terkait
Temu Pastor Dekanat Singbebas: Mantapkan Temu BAPAKAT di Bengkayang yang Akan Dibuka Uskup Agustinus
Jubaidah, Guru Honorer Bengkayang Inspiratif, Raih Penghargaan Perempuan Berjasa dari Ibu Negara
Kompol Lorensius Putra Dayak Bekati Rara di Bengkayang yang Dipercaya Jadi Wakapolres Sumba Barat, Begini Kisah Hidup-nya
Jembatan Penghubung Pontianak-Bengkayang di Desa Tunang Ambruk, Lalu Lintas Lumpuh Total!
Darwis-Rizal Resmi Daftar ke KPU Bengkayang, Didukung 10 Partai Besar
Pemberdayaan Guru SMP di Bengkayang: FKIP Untan Gelar Lokakarya Penggunaan Aplikasi Teknologi