Logika Memilih Calon Tunggal dalam Pilkada, Tantangan Kotak Kosong di Kabupaten Bengkayang, Hal Ini yang Perlu Dilakukan Warga

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 21 September 2024 | 09:15 WIB
Bernardus, tokoh pemuda asal Kabupaten Bengkayang, Kalbar. (Dok. Pontianak Globe)
Bernardus, tokoh pemuda asal Kabupaten Bengkayang, Kalbar. (Dok. Pontianak Globe)

3. Degradasi Kepemimpinan
Kemenangan "Kotak Kosong" juga dapat mencerminkan penurunan kualitas kepemimpinan di Bengkayang, terutama setelah berbagai kasus korupsi di masa lalu.

Baca Juga: PDI Perjuangan Kalbar Gerakkan Elite Partai, Norsan-Krisantus Siap Menangkan Pilkada

Jika situasi ini dibiarkan, Bengkayang berisiko mengalami stagnasi dalam hal kemajuan.

4. Potensi KKN Menguat
Kekosongan kepemimpinan yang dihasilkan oleh kemenangan "Kotak Kosong" dapat membuka jalan bagi kembalinya praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang sebelumnya sudah mencemari kabupaten ini.

Masyarakat Bengkayang memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa daerah ini tidak jatuh kembali ke tangan kekuatan koruptif.

Ajakan untuk Memilih Calon Tunggal

Sebagai putra asli Bengkayang, Bernadus mengajak masyarakat untuk mendukung calon tunggal, Sebastianus Darwis, sebagai Bupati Kabupaten Bengkayang.

Menurutnya, memilih Darwis adalah langkah untuk melawan tantangan pembangunan dan membawa Bengkayang menuju masa depan yang lebih baik.

"Memilih calon tunggal lebih baik daripada membiarkan kotak kosong memimpin, yang hanya akan membawa kerugian bagi kita semua. Kita harus maju bersama untuk membangun Bengkayang," tegas Bernadus. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X