PONTIANAKGLOBE.COM, SUMBA BARAT -- Lorensius, yang berasal dari Panti Asuhan Diakonia Singkawang dan berasal dari Bengkayang, kini menjabat sebagai Wakil Kepala (Waka) Polres Sumba Barat.
Kompol Lorensius SH SIK, lahir di Tiga Desa, Kecamatan Bengkayang, pada tahun 1985.
Ia adalah bagian dari sub suku Dayak Bekati Rara di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Baca Juga: PDI Perjuangan Gelar Rakernas, Jokowi dan Ma'ruf Amin Tak Diundang, Alasannya Bikin Tepok Jidat
Lorensius menghabiskan masa kecilnya di Panti Asuhan Diakonia Imanuel (PADI) Singkawang dari tahun 1998 hingga 1999.
Menurutnya, pengalaman di asrama membentuknya menjadi pribadi yang taat dan beriman kepada Tuhan Yesus Kristus.
Lorensius menyatakan rasa syukur atas berkat yang diterimanya dan kepercayaan yang diberikan untuk menjadi anggota POLRI.
Sebelum bertugas di Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), ia sempat bertugas di Kalimantan Timur, mulai dari Pama Polres Kutai Barat pada tahun 2011 hingga menjadi Kapolsek Muara Lawa hingga 2015.
Baca Juga: Rekomendasi Nasi Uduk Enak di Pontianak: 3 Pilihan Lezat dengan Harga Terjangkau
Lorensius merupakan lulusan AKPOL tahun 2010.
Di NTT, selain menjalankan tugasnya, Lorensius memiliki hobi menanam sayuran dan memelihara ikan. Saat menjabat sebagai KASUBBAGYANUM SPN POLDA NTT pada tahun 2021, ia mencoba menanam terong asam karena rindu dengan makanan khas Kalimantan. Lorensius adalah lulusan SMA N 1 Bengkayang tahun 2004.
Baca Juga: 10 Jam Tangan Rolex Terbaik: Dari Penjelajah Lautan Dalam Hingga Legenda Balap
Sejak 19 April 2023, Lorensius menjabat sebagai Waka Polres Sumba Barat Polda NTT. Ia memohon doa agar selalu dalam perlindungan Tuhan, mampu menjalankan tugas dengan baik, dan keluarganya selalu sehat. Lorensius telah dianugerahi dua anak dari istrinya yang berasal dari Dayak Bentian, Kutai Barat, Kalimantan Timur. ***
Artikel Terkait
Panitia Gawai Dayak Kalbar Audensi dengan Pj Gubernur Kalbar, Begini Kata Harisson dan Catat Tanggal Pelaksanaan Pesta Syukur Masyarakat Dayak Itu
Dr Jeffrey Kitingan Sebut Kata ‘Dayak’ Lebih Cocok untuk Menyebut Orang Asli Borneo, Ternyata Ini Alasannya
Gawe Dayak Naik Dango ke-XXIV: Merayakan Tradisi, Memperkuat Identitas, Menuju Kemajuan
Gawai Dayak Kembali akan Meriah! Ngampar Bide Jadi Penanda Dimulainya Pekan Budaya Sepekan di Pontianak, Catat Agenda-nya
Pekan Gawai Dayak ke-38 di Pontianak Kembali Digelar dengan Beragam Atraksi Menarik, Termasuk Karnaval Air untuk Pertama Kalinya!
Dayak Bakati’: Sub-Suku Dayak dengan Kekayaan Budaya dan Tradisi Unik, Ternyata Begini Asal Usul-nya Menurut Tradisi Lisan