Dayak Bakati’: Sub-Suku Dayak dengan Kekayaan Budaya dan Tradisi Unik, Ternyata Begini Asal Usul-nya Menurut Tradisi Lisan

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 17 Mei 2024 | 19:43 WIB
Tarian Dayak dipersembahlan saat Upacara Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-63 Tahun 2023 yang digelar di Lapangan Upacara Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia, Jakarta, pada Sabtu, 22 Juli 2023. (Pontianak Globe/BPMI Setpres)
Tarian Dayak dipersembahlan saat Upacara Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-63 Tahun 2023 yang digelar di Lapangan Upacara Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia, Jakarta, pada Sabtu, 22 Juli 2023. (Pontianak Globe/BPMI Setpres)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Suku Dayak di Pulau Kalimantan terdiri dari banyak sub-suku, yaitu sekitar 405 suku kekeluargaan.

Istilah "Dayak" adalah sebutan umum yang merujuk pada berbagai komunitas asli di Kalimantan/Borneo.

Masing-masing sub-suku memiliki bahasa dan identitas sendiri. Salah satu sub-suku ini adalah Dayak Bakati’, yang diklasifikasikan berdasarkan bahasa.

Baca Juga: Ritual Ngampar Bide Awali Pelaksaan Naik Dango Pertama di Kota Pontianak, Begini Makna Ritual Adat Dayak Kanayatn yang Harus Dipahami

Dayak Bakati’ menggunakan bahasa dari rumpun Bidayuhik yang tersebar di wilayah Kabupaten Bengkayang dan Sambas di bagian Barat Borneo.

Nama "Bakati’" berasal dari dua kata: "ba" (berarti "mempunyai") dan "kati" (berarti "tidak").

Kata "kati" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, sehingga suku ini dikenal sebagai Bakati’ atau Dayak Bakati’.

Di Kabupaten Bengkayang, beberapa sub-suku Dayak Bakati’ secara kolektif menyebut diri mereka “Dayak Kenayatn”.

Istilah ini lebih populer di kalangan sub-suku yang menuturkan bahasa Banana’ dan ahe, yang tinggal di Kabupaten Landak, Pontianak, Sambas, dan Bengkayang.

A.A. Cense dan E. M. Uhlenbeck dalam buku mereka Critical Survey of Studies on the Languages of Borneo (1958) menyebut penutur bahasa Bakati’ Rara sebagai “Old-Kendayan” atau Kendayan Tua.

Baca Juga: Pekan Gawai Dayak ke-38 di Pontianak Segera Digelar, Pemprov Kalbar Janji Undang Menteri Sandiaga Uno, Catat Tanggal Pelaksanaannya

1. Asal-muasal Orang Bakati’

Tradisi lisan mengungkapkan bahwa orang-orang Bakati’ di Kabupaten Bengkayang, sebagian di Sambas dan Lundu-Serawak (Malaysia), berasal dari kawasan Bukit Bawakng (Gunung Bawang).

Bukit ini terletak di perbatasan antara Kecamatan Samalantan dan Kecamatan Sungai Betung – Bengkayang.

Bukit Bawakng dianggap sebagai tanah asal-usul orang Bakati’.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X