Menurut tradisi Bawakng, pencipta langit, bumi, dan segala isinya adalah Nyabata (Yang Ilahi).
Rasa hormat kepada Nyabata diwujudkan dalam berbagai adat-istiadat, misalnya untuk menyembuhkan orang sakit, taleno (manusia) memanggil Nyabata Bawakng dengan cara memukul bande (gong kecil) sebanyak tujuh kali sambil mengucapkan syair tertentu.
Dalam tradisi lisan lainnya, tokoh-tokoh seperti Nyiur Gadikng, Sammaniamas, Balo Andakng, dan Salojatn Tongga disebut berasal dari Bukit Bawakng.
Baca Juga: Prabowo Akan Mendirikan SMA Taruna Nusantara di Kalimantan untuk Anak-Anak Dayak
Nyiur Gadikng diduga berasal dari Pulau Malaya. Kisah mereka yang kompleks dan ajaib mengaitkan mereka dengan asal-usul orang Bakati’ dari Bukit Bawakng.
2. Mitologi Penciptaan Manusia Dayak Bakati’
Dalam mitologi Dayak Bakati’, manusia tercipta dari tanah oleh tujuh ekor binatang yang masing-masing memiliki peran sendiri.
Setelah penciptaan, manusia pertama, yang dinamai “Semula Jadi”, ditempatkan di sebuah taman.
Dalam perjalanan hidupnya, Semula Jadi menemukan Sayo’ Nyando, seorang anak perempuan yang keluar dari rebung bambu.
Keduanya kemudian menikah dan memiliki keturunan.
Kisah penciptaan ini mirip dengan mitologi lain di mana perkawinan sedarah dianggap tabu, namun ada juga yang mampu melanggarnya, seperti yang dilakukan Semula Jadi dan Mula Batampa’.
Masyarakat Dayak Bakati’ juga mengenal larangan perkawinan sedarah yang tegas.
3. Religiositas Orang Bakati’
Religiositas orang Bakati’ erat kaitannya dengan pengalamannya terhadap Nyabata atau Yang Ilahi dan pengharapan akan kehidupan kekal di Sabayatn (dunia kebahagiaan atau surga).
Nyabata dikenal sebagai roh-roh baik yang bersemayam di sungai, gunung, hutan, dan bukit, terutama di Gunung Bawakng.
Artikel Terkait
Kapel Kayu dan Kado Syal Dayak: Goresan Peristiwa Pertemuan Mayjen TNI Iwan Setiawan dan Uskup Agustinus
Panitia Gawai Dayak Kalbar Audensi dengan Pj Gubernur Kalbar, Begini Kata Harisson dan Catat Tanggal Pelaksanaan Pesta Syukur Masyarakat Dayak Itu
Dr Jeffrey Kitingan Sebut Kata ‘Dayak’ Lebih Cocok untuk Menyebut Orang Asli Borneo, Ternyata Ini Alasannya
Gawe Dayak Naik Dango ke-XXIV: Merayakan Tradisi, Memperkuat Identitas, Menuju Kemajuan
Gawai Dayak Kembali akan Meriah! Ngampar Bide Jadi Penanda Dimulainya Pekan Budaya Sepekan di Pontianak, Catat Agenda-nya
Pekan Gawai Dayak ke-38 di Pontianak Kembali Digelar dengan Beragam Atraksi Menarik, Termasuk Karnaval Air untuk Pertama Kalinya!