Yustianus Ami, Dirigen di Balik Stabilitas Fiskal dan Birokrasi Bengkayang Gemilang

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 30 Juni 2026 | 06:05 WIB
Sekda Kabupaten Bengkayang Yustianus Ami tampak menyalami petugas Satpol PP Kabupaten Bengkayang, beberapa waktu lalu. (Staf Setda Bengkayang/Dalena Sumi)
Sekda Kabupaten Bengkayang Yustianus Ami tampak menyalami petugas Satpol PP Kabupaten Bengkayang, beberapa waktu lalu. (Staf Setda Bengkayang/Dalena Sumi)

PONTIANAKGLOBE.COM, BENGKAYANG -- Di balik setiap kebijakan yang lahir dari meja Pemerintah Kabupaten Bengkayang, terdapat sosok yang bekerja memastikan seluruh roda birokrasi bergerak dalam irama yang sama.

Peran sosok tersebut sangat menentukan bagaimana visi pembangunan diterjemahkan menjadi program yang berjalan efektif.

Baca Juga: Baru Kali Ini Terjadi! Aksi Perampasan Mobil di Sanggau Ledo Bengkayang, Pelaku Diamankan Usai Pengejaran Dramatis

Sosok itu adalah Yustianus Ami SE MM.

Sejak dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bengkayang oleh Bupati Sebastianus Darwis pada 5 Juni 2023, ia memikul amanah sebagai koordinator tertinggi aparatur sipil negara (ASN) sekaligus penggerak utama birokrasi di Bumi Sebalo.

Menjadi Sekda di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia bukanlah tugas ringan.

Bengkayang memiliki bentang wilayah yang luas, kondisi geografis yang beragam, serta tantangan pembangunan yang membutuhkan koordinasi lintas sektor.

Dalam posisi itu, Yustianus Ami -- pria kelahiran Monterado, Kabupaten Bengkayang -- berperan layaknya seorang dirigen yang memastikan setiap perangkat daerah memainkan fungsinya secara selaras demi tercapainya tujuan pembangunan.

Berangkat dari Pengelolaan Fiskal

Jauh sebelum menduduki kursi Sekda, Yustianus Ami telah mengabdikan dirinya dalam pengelolaan keuangan daerah.

Pengalamannya sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bengkayang membentuk pemahaman yang kuat mengenai strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengelolaan fiskal, hingga pentingnya menjaga keseimbangan antara pendapatan dan belanja daerah.

Baca Juga: Kejaksaan Agung Menyita Aset PT Duta Palma, Termasuk Kebun Sawit di Sambas dan Bengkayang

Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting saat ia dipercaya memimpin birokrasi pemerintahan.

Kemampuan membaca kondisi fiskal daerah membuat berbagai kebijakan dapat dirancang secara lebih terukur dan berorientasi pada keberlanjutan pembangunan.

Di bawah koordinasi administrasi yang dipimpinnya, Pemerintah Kabupaten Bengkayang berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI selama empat kali berturut-turut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X