Dengan adanya kerjasama jejaringan antar nomenklatur untuk sama-sama fokus meningkatkan perekonomian rakyat semacam ini tentu akan berdampak positif bagi kesejahteraan para petani yang kehilangan ide untuk memulai hal yang baru. Memulai bangkit lagi dengan komoditi yang sudah digeluti tapi sempat terpapar bencana kekeringan dan bersemangat lagi.
“Memang arah saya ke eduwisata dan sekaligus agrowisata namun dengan memulai kondisi apa adanya pembuktian tumpang sari melon dan cabe ini saja, cukup menyita waktu, pikiran dan tenaga,”ujar Suryanto mengakhiri bincang-bincangnya. (Vincent Julipin)
Artikel Terkait
Angka Vaksinasi PMK Baru 35 Persen, Sekda Kalbar Harisson : Kalbar Tak Bisa Impor Bibit Sapi untuk Diternakkan
Ampelgading Bakal Jadi Sentra Alpukat, Siap Tanam 18.000 Bibit Unggul
Menteri LHK Kongo Arlette Kagum Lihat Persemaian Bibit Pohon di Rumpin Bogor
Kopi Liberika, Khas Kalimantan Barat Yang Tumbuh Subur di Lahan Gambut
5 Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta yang Kamu Harus Tahu. Ini Negara Penghasil Kopi Terbesar di Dunia
Prospek Pasar Kanada Besar, Indonesia Punya Peluang Isi Produk Wafer, Olahan Udang Ikan, Ekstrak Kopi
Tekan Inflasi, Pemkot Pontianak dan Bank Indonesia Bagi 1000 Bibit Sayur Untuk ASN
Kopi Gambut Sendoyan Sambas, Siap Bersaing Dengan Arabika dan Robusta
Keren, Kades Sendoyan Sambas Bicara Kopi dan Lada di Hadapan 951 Mahasiswa Dari 74 Perguruan Tinggi