Prospek Pasar Kanada Besar, Indonesia Punya Peluang Isi Produk Wafer, Olahan Udang Ikan, Ekstrak Kopi 

photo author
Yanuarius Viodeogo Seno, Pontianak Globe
- Jumat, 5 Mei 2023 | 08:41 WIB
Ilustrasi: Sejumlah karyawan sedang memproduksi produk olahan makanan (Sumber foto: Kemendag)
Ilustrasi: Sejumlah karyawan sedang memproduksi produk olahan makanan (Sumber foto: Kemendag)

PONTIANAKGLOBE -- Pemerintah Indonesia berharap pelaku UMKM Tanah Air melirik Kanada sebagai target ekspor produk makanan dan olahan.

Sebagai informasi, industri makanan olahan dalam negeri punya sumbangsih penting dalam ekspor nonmigas Indonesia pada 2022, nilai ekspor produk makanan dan minuman (mamin) olahan mencapai US$5,24 miliar atau naik 5,4% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$4,97 miliar.

Tren ekspor produk makanan dan minuman olahan Indonesia periode 2018--2022 rata-rata mengalami pertumbuhan 7,5% per tahun. Kemudian, sepanjang 2023 ekspor produk mamin olahan utama Indonesia didominasi food preparation, olahan udang, wafer, ekstrak kopi, dan produk ikan.

Negara tujuan ekspor terbesar untuk produk mamin olahan adalah Amerika Serikat (20,24 persen), Filipina (13,77 persen), Malaysia (7,44 persen), Tiongkok (7,06 persen), dan Singapura (5,17 persen).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Didi Sumedi mengatakan apalagi pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Perdagangan sedang menjajaki kerjasama dengan Trade Facilitation Office (TFO) Kanada.

"TFO Kanada adalah organisasi nonprofit yang membantu negara berkembang dalam menyediakan informasi, konsultasi, dan kontak kepada para calon eksportir untuk memasuki pasar Kanada," kata Didi Sumedi dikutip Pontianak Globe, Jumat (5 Mei 2023).

Dilansir dari laman Kemendag, Didi Sumedi mengutarakan kedua belah pihak Kemendag dan TFO sudah menandatangani kerjasama pada 18 Agustus 2020 silam dan dipertegas melalui perjanjian kerjasama pada Juli 2022.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Merry Maryati mengatakan untuk untuk memperluas pasar ekspor produk Indonesia, Kemendag mempunyai program promosi melalui pameran dagang berskala internasional dan misi dagang, peningkatan daya saing dan pengembangan produk melalui fasilitas kegiatan adaptasi produk.

"Selain itu, pengembangan dan konsultasi desain produk atau kemasan di Indonesian Design Development Center (IDDC) dan Good Design Indonesia, pengembangan merek dan sertifikasi produk ekspor seperti halal dan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP)/Analisis bahaya dan pengendalian titik kritis, pendaftaran Hak kekayaan intelektual (HKI), serta layanan informasi peluang pasar ekspor melalui INAEXPORT (inaexport.id) dan Inadigiexport,” terang Merry Maryati.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yanuarius Viodeogo Seno

Sumber: Kemendag

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X