Dengan menerapkan tahapan 3 (tiga) R yaitu Rewetting (Pembasahan kembali); Revegetation (Penanaman kembali); Dan Revitalization (Peningkatan kesejahteraan), Suryanto yang berasal dari Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara ini, mampu menaklukan gambut Rasau Jaya yang sebenarnya masuk kategori tergradasi karena banyak faktor.
Meskipun Suryanto tidak paham manfaat dari restorasi lahan gambut yang dilakukan itu berdampak mencegah kebakaran hutan dan lahan gambut yang sangat luas di Rasau Jaya, bahkan dampak memulihkan ekosistem dan mengurangi emisi gas rumah kaca, perspektifnya tertuju bagaimana lahan gambut yang diolahnya ini dapat berdampak sosial ekonomi keluarga.
“Saya hanya fokus menaklukkan lahan gambut ini dengan coba mencoba dan terus menerus tanpa putus asa dan akhirnya inilah hasilnya,”ujar Suryanto yang kelahiran Banyuwangi 1975.
Jika dikalkulasi kasar 1 hektar panenan melon dalam sekali daur tanam, bisa mencapai 40 – 50 ton. Belum lagi seusai panen melon, dilanjutkan dengan panen cabe. Kedua komoditi ini harga jualnya ditingkat konsumen cukup menggiurkan. Respon pasar buah melon produksi Suryanto ini sudah dilirik jiran Malaysia.
“Tapi untuk pasaran konsumen Kalimantan Barat, rata-rata sudah mengenal rasa melon saya,”ujar Suryanto.
Sukses metode budidaya tumpang sari melon dan cabe ini karena terlebih dahulu sudah dibuat bedeng tanam memanjang, sehingga tinggal membuat jarak tanam yang beda.
Jika jarak tanam melon 90 cm antar lubang tanam. Sedangkan jarak tanam cabe 30 cm antar lubang tanam.
Pertumbuhan melon yang terlebih dahulu ditanam untuk memberi kesempatan melon berkembang hingga merambat ke ranting kayu yang sudah disiapkan, karena buah melon harus menggantung dan perlu dibantu dengan ikatan tali pada kayu lanjarnya.
Setelah tumbuh tajuk daun dan batang mulai merambat, dilanjutkan dengan menanam cabe, yang diawal pertumbuhannya memang memerlukan perlindungan, utamanya dari hama dan penyakit.
“Yang paling harus diwaspadai adalah gangguan hama dan penyakit yang memang sudah terlebih dahulu ada dikawasan gambut tersebut, sehingga dengan adanya jenis tanaman baru akhirnya mengundang hama dan penyakit untuk datang, atau justru datang hama dan penyakit baru yang memang hrus dicermati tingkat ancamannya,”ujar Suryanto.
Dinas Koperasi UKM Provinsi Kalimantan Barat melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) terus memonitor pertumbuhan dan pergerakan usaha budidaya tumpang sari melon dan cabe milik Suryanto karena dianggap membuat inovasi dan terosan ditengah momok lahan dan kawasan gambut yang divonis tidak subur.
Belum lagi ancaman kebakaran lahan gambut di musin kemarau, serta tidak produktifnya lahan gambut dimata kebanyak orang yang kurang mau tekun dan berinovasi.
“Keuletan dan contoh praktek langsung menaklukkan lahan gambut dari momok menjadi sumber rejeki keluarga sekaligus ikut andil dalam melihara ekosistem hutan, kawasan dan lahan gambut seperti yang dilakukan pak Suryanto patut diacungi jempol dan menjadi percontohan bagi generasi milenial untuk memulai hal yang sama,”ujar Abdullah Husaini SE selaku Konsultan PLUT-UMKM saat ditemui di lokasi panen melon.
Pihak PLUT-KUMKM, melalui Suherman SE selaku Koordinator PLUT-KUMKM Prov Kalbar dalam kesempatan terpisah mengemukakan, pihaknya mendampingi aspek legalitas usaha, produk, pemasaran, pembiayaan dan menggalang jaringan kerjasama jika usaha budidaya model tumpang sari melon dan cabe ini ingin dikembangkan menjadi kawasan edu-wisata atau agro-wisata yang dipaduserasikan dengan komoditi hortikultura unggulan lainnya, sehingga semakin banyak tujuan wisata kreatif sekaligus mengedukasi pengunjung.
Sebagaimana kita ketahui salah satu program Kementerian Pertanian sampai tahun 2024 ingin menargetkan 2,5 juta pengusaha pertanian milenial dapat terwujud baik melalui penyuluhan, pelatihan dan pendidikan vokasi pertanian.
Artikel Terkait
Angka Vaksinasi PMK Baru 35 Persen, Sekda Kalbar Harisson : Kalbar Tak Bisa Impor Bibit Sapi untuk Diternakkan
Ampelgading Bakal Jadi Sentra Alpukat, Siap Tanam 18.000 Bibit Unggul
Menteri LHK Kongo Arlette Kagum Lihat Persemaian Bibit Pohon di Rumpin Bogor
Kopi Liberika, Khas Kalimantan Barat Yang Tumbuh Subur di Lahan Gambut
5 Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta yang Kamu Harus Tahu. Ini Negara Penghasil Kopi Terbesar di Dunia
Prospek Pasar Kanada Besar, Indonesia Punya Peluang Isi Produk Wafer, Olahan Udang Ikan, Ekstrak Kopi
Tekan Inflasi, Pemkot Pontianak dan Bank Indonesia Bagi 1000 Bibit Sayur Untuk ASN
Kopi Gambut Sendoyan Sambas, Siap Bersaing Dengan Arabika dan Robusta
Keren, Kades Sendoyan Sambas Bicara Kopi dan Lada di Hadapan 951 Mahasiswa Dari 74 Perguruan Tinggi