Komdigi, Komunitas, dan Dunia Usaha Sepakat Rancang Strategi Adopsi AI di CITCOM CONNEXT 2025

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 24 April 2025 | 11:45 WIB
Menteri Komunikasi Digital RI Meutya Hafidmenegaskan dukungan pemerintah terhadap pengembangan AI secara bertanggung jawab dan kolaboratif. (Dok. Pontianak Globe)
Menteri Komunikasi Digital RI Meutya Hafidmenegaskan dukungan pemerintah terhadap pengembangan AI secara bertanggung jawab dan kolaboratif. (Dok. Pontianak Globe)

"Inovasi terbaik lahir dari partisipasi aktif masyarakat. Kami berharap CITCOM CONNEXT 2025 menjadi katalisator kolaborasi nyata lintas sektor," kata Erwin.

Baca Juga: AI Generatif di Balik Kampanye Politik, Mengubah Strategi dan Citra Kandidat

Ketua Umum APTIKNAS Soegiharto Santoso mengingatkan potensi risiko kebocoran data jika produk AI Indonesia dijual ke luar negeri.

Menurutnya, big data yang digunakan AI dapat dimanfaatkan pihak asing untuk memetakan perilaku dan kebijakan domestik.

"Kita harus waspada. Jangan sampai teknologi yang dibangun untuk pertanian, pendidikan, dan sektor strategis malah jadi alat asing untuk memahami dan mengontrol pasar kita," tegasnya.

Senada, Sabrang, praktisi AI dan pimpinan Symbolic.id, mengingatkan perlunya kesadaran akan potensi dan batasan AI.

Ia menyebut bahwa pekerjaan sederhana lebih mudah tergantikan AI, sementara peran strategis seperti manajerial masih aman – untuk sementara.

AI di Dunia Olahraga

Optimisme datang dari Adhitia Herawan, CEO Persib Bandung.

Ia mengungkap bahwa AI sangat membantu dalam menganalisis performa pemain dan strategi tim secara real-time, termasuk data detak jantung, arah passing, dan peta pergerakan pemain.

"AI memberi keunggulan strategis dalam setiap pertandingan. Statistik dan analisisnya sangat presisi," ujarnya.

Investor asing seperti Martyn Terpilowski menyoroti pentingnya reformasi regulasi.

Ia menilai regulasi di Indonesia saat ini masih menghambat masuknya investasi AI. Sebagai perbandingan, Vietnam dinilai lebih terbuka dan ramah terhadap investasi teknologi.

"Jika Indonesia ingin bersaing secara global, pemerintah harus menciptakan regulasi yang mendukung pertumbuhan industri AI secara jangka panjang," pungkasnya. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X