PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Aplikasi permainan Koin Jagat tengah menjadi sorotan di Indonesia.
Dengan konsep treasure hunt atau berburu harta karun secara offline, aplikasi ini menawarkan hadiah uang tunai yang menggiurkan.
Baca Juga: Era Baru Timnas Garuda, Thom Haye Optimis dengan Kepemimpinan Patrick Kluivert
Namun, di balik popularitasnya, Koin Jagat menuai kontroversi karena diduga merusak fasilitas umum di berbagai wilayah.
Kerusakan Fasilitas Umum Akibat Perburuan Koin
Dalam permainan Koin Jagat, pemain berburu koin emas, perak, dan perunggu di lokasi yang ditentukan melalui aplikasi.
Koin yang ditemukan dapat ditukar dengan uang tunai senilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Namun, pencarian koin ini kerap dilakukan di lokasi-lokasi yang sulit diakses, seperti taman, trotoar, dan area publik lainnya.
Akibatnya, beberapa fasilitas umum di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali mengalami kerusakan.
Kerusakan ini dipicu oleh meningkatnya jumlah pemain yang antusias berburu koin.
Baca Juga: Apa Kabar Tom Lembong? Intip Fakta Terkini Kasus Impor Gula yang Pernah Bikin Geger Medsos
Kondisi ini memicu keluhan dari masyarakat hingga perhatian pemerintah.
Tanggapan Pemerintah: Menkomdigi Turun Tangan
Fenomena ini menarik perhatian Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid.
Ia menyatakan bahwa pemerintah sedang mengkaji aplikasi ini untuk memastikan kepatuhannya terhadap aturan.
Artikel Terkait
Pep Guardiola Dihantam Badai Cedera dan Perceraian, Bagaimana Nasib Man City?
Kabar Gembira, Biaya Haji 2025 Berkurang, Dukungan Saudi akan Semakin Diskon Biaya Naik Haji
Profil Nikki Glaser, Komedian yang Menghebohkan Golden Globes 2025 karena Kontroversi tentang Tuhan
Timnas Indonesia Siap Gaet Jairo Riedewald, Ini Keputusan FIFA
Serunya Program Makan Gratis di SMA, Siswi Bawa Sambal dan Kerupuk Sendiri
Roadshow Journalism 360 Promedia Hadir di Medan 22-23 Januari 2025, Jangan Lewatkan Keseruannya!