PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi memperkenalkan Patrick Kluivert, pelatih anyar asal Belanda, kepada penggemar Timnas Indonesia di Jakarta pada Minggu, 12 Januari 2025.
PSSI membuat kejutan besar setelah memutus kerja sama dengan Shin Tae-yong (STY), pelatih asal Korea Selatan, pada Senin, 6 Januari 2025.
Kluivert dikontrak selama dua tahun (2025–2027) dengan opsi perpanjangan kontrak.
"Pelatih asal Belanda itu telah tiba di Indonesia pada Sabtu, 11 Januari 2025, dan resmi menandatangani kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan," tulis PSSI dalam pernyataan resminya pada Senin, 13 Januari 2025.
Keputusan ini menarik perhatian publik, termasuk reaksi dari gelandang andalan Timnas Indonesia, Thom Haye. Bagaimana pendapat Thom Haye tentang Kluivert? Berikut ulasannya.
Thom Haye: Kolaborasi Apik Antar Juru Taktik Belanda
Dalam kanal YouTube pribadinya pada Sabtu, 11 Januari 2025, Thom Haye menyambut positif kedatangan Patrick Kluivert.
Ia juga menyoroti langkah Kluivert yang menggandeng dua asisten, Alex Pastoor dan Denny Landzaat, untuk membantunya beradaptasi dengan Timnas Indonesia.
"Pekan yang cukup riuh. Ada banyak pemberitaan soal Kluivert melatih Timnas Indonesia, tapi sekarang semuanya sudah jelas," ujar Thom Haye.
Menurut Haye, kolaborasi antara Kluivert, Pastoor, dan Landzaat merupakan kombinasi apik yang bisa membawa dampak positif bagi Timnas Indonesia.
"Melihat kolaborasi Patrick Kluivert dan kedua asistennya, saya optimis ini akan menjadi kombinasi yang hebat," tambahnya.
Salut pada Keberanian Kluivert Melatih Negara 'Gila Bola'
Thom Haye juga mengomentari keberanian Kluivert menerima tantangan melatih Timnas Indonesia, negara yang dikenal memiliki fanatisme tinggi terhadap sepak bola.
"Melatih di negara yang sangat antusias dengan sepak bola adalah tantangan besar, tetapi saya yakin mereka bisa bekerja sama dengan baik," ujar gelandang Almere City tersebut.
Ia juga menyoroti momentum penting Timnas Indonesia menuju kualifikasi Piala Dunia 2026, terutama setelah kemenangan bersejarah melawan Arab Saudi di Gelora Bung Karno, Jakarta, November 2024.