Kisah Jensen Huang, dari Tukang Cuci Piring hingga Jadi Salah Satu Orang Terkaya di Dunia Berkat Kesuksesan NVIDIA

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 17 November 2024 | 13:51 WIB
Tampak bos Nvidia, Jensen Huang, miliarder dengan kekayaan Rp2.000 triliun menikmati kuliner kaki lima di Blok M, Jakarta.
Tampak bos Nvidia, Jensen Huang, miliarder dengan kekayaan Rp2.000 triliun menikmati kuliner kaki lima di Blok M, Jakarta.

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Sebagian orang mengenal NVIDIA sebagai perusahaan chip komputer terkemuka asal Amerika Serikat (AS).

NVIDIA dikenal sebagai salah satu produsen utama Graphics Processing Unit (GPU) atau unit pemrosesan grafis di dunia.

Baca Juga: Puluhan WNI di Brasil Sambut Kedatangan Prabowo dengan Antusias, Siap Berikan Bouquet Bunga dan Jabat Tangan

Perusahaan ini semakin meraih kesuksesan berkat chip kecerdasan buatan (AI) yang kini banyak digunakan di berbagai perangkat komputer.

Namun, siapa sangka di balik kesuksesan NVIDIA, ada sosok yang dulunya tidak berasal dari keluarga kaya dan bahkan pernah bekerja sebagai tukang cuci piring di restoran cepat saji.

Mari simak kisah inspiratif pendiri NVIDIA, Jensen Huang, mulai dari perjalanan karier hingga kesuksesan bisnisnya yang luar biasa.

Jensen Huang, pendiri NVIDIA, lahir di Taiwan pada tahun 1963.

Pada usia sembilan tahun, ia berpindah ke Tacoma, AS, untuk mengadu nasib.

Dikutip dari NY Post, Jensen mengungkapkan bahwa ia sempat ditinggal oleh orang tuanya dan dititipkan kepada pamannya yang tinggal di AS.

Baca Juga: Prabowo Tiba di Brasil Ikuti KTT G20 Disambut Pasukan Kehormatan

Beberapa tahun kemudian, orang tuanya menyusul ke AS.

"Ayahku memiliki keinginan besar untuk membesarkan kami di negara yang luar biasa ini (AS)," ujar Jensen pada 29 Februari 2024.

Jensen juga mengungkapkan bahwa ia sempat mengalami perundungan selama bersekolah di AS.

Ketika orang tuanya mendaftarkannya ke sekolah dasar yang mereka anggap bergengsi, Oneida Baptist Institute, Jensen bertemu dengan anak-anak bandel yang melakukan perundungan terhadapnya.

Meski diancam dengan pisau dan diharuskan membersihkan toilet sekolah, Jensen memilih untuk bertahan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X