daily-vibes

Ditawari Banyak, Warga Aceh Ini Hanya Ambil Satu Nasi Kotak, Alasannya Bikin Haru

Sabtu, 28 Februari 2026 | 10:24 WIB
Warga Aceh yang menolak menerima banyak nasi kotak, memilih untuk berbagi dengan yang lain. (Dok. Instagram/rifkyjafarthalib.official)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH -- Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan ketulusan warga Aceh di tengah suasana Ramadan. Unggahan akun Instagram @rifkyjafarthalib.official pada Kamis (26/2/2026) itu merekam momen saat relawan membagikan nasi kotak untuk berbuka puasa kepada para penyintas banjir.

Dalam video yang telah ditonton lebih dari 690 ribu kali tersebut, tampak seorang ibu yang duduk di depan tenda pengungsian hanya bersedia menerima satu kotak nasi. Ia menolak saat relawan menawarkan tambahan makanan.

“Anaknya satu, nggak makan saya. Nanti kami makan bareng-bareng aja. Buat yang lain nanti masih banyak,” ucap ibu tersebut.

Baca Juga: Potret Pendidikan di Pelosok, Fasilitas Minim Semangat Maksimal

Relawan sempat meyakinkan bahwa persediaan makanan masih cukup, namun ibu itu tetap pada pendiriannya. Ia memilih berbagi kesempatan dengan warga lain yang juga membutuhkan.

Sikap serupa terlihat di tenda berikutnya. Seorang ibu lainnya juga hanya mengambil satu kotak nasi dan mengembalikan sisanya kepada relawan.

“Satu aja, Pak. Buat yang lain berbuka, terima kasih banyak ya, Pak,” ujarnya.

Video itu turut memperlihatkan kondisi warga yang masih bertahan di tenda pengungsian pascabanjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025. Deretan tenda berdiri di atas tanah yang masih menyisakan lumpur kering. Debu beterbangan dan menempel di berbagai sisi tenda, menggambarkan situasi yang belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga: Sudah Lapor 1 Bulan, Korban Pelecehan di KRL Klaim Belum Ada Tindak Lanjut

Di tengah keterbatasan tersebut, suasana berbagi tetap terasa hangat. Salah seorang relawan bahkan mendoakan para ibu yang menerima makanan.

“Semoga makanan ini kuat untuk ibu nanti malah tahajud, ibu tilawatil Qur’an, dan yang memberi mendapat pahala,” ucapnya.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di tengah ujian dan keterbatasan, nilai kebersamaan dan kepedulian masih tumbuh kuat di bulan suci.***

Tags

Terkini