daily-vibes

Setelah 10 Tahun, Projo Siap Bertransformasi Lepas dari Bayang Jokowi

Senin, 3 November 2025 | 08:41 WIB
Menyoroti pengangkatan eks Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi menjadi Ketua Umum Projo, pada Minggu, 2 November 2025. (Dok. Instagram.com/@budiariesetiadi)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Arah politik organisasi relawan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Projo, kini memasuki babak baru. Dalam Kongres III yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, pada Minggu, 2 November 2025, Budi Arie Setiadi kembali terpilih sebagai Ketua Umum untuk periode 2025–2030.

Keputusan tersebut sekaligus menandai perubahan besar dalam tubuh organisasi, termasuk rencana mengganti logo Projo yang selama ini menampilkan siluet wajah Jokowi.

Baca Juga: Jokowi Masih Jadi Sorotan Publik, Ray Rangkuti: Ini Efek 10 Tahun Kekuasaan yang Tak Tuntas

Budi Arie dalam pidatonya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk kembali menahkodai organisasi tersebut.

“Sejarah telah memanggil kita. Terima kasih, Bapak Ibu hadirin sekalian. Dalam Kongres III ini kembali saya dimandatkan untuk menjadi Ketua Umum Projo,” ujar Budi.

Eks Menteri Koperasi di Kabinet Merah Putih itu menekankan pentingnya semangat gotong royong agar Projo tetap relevan di tengah dinamika politik nasional.

“Kita berharap semuanya bisa bekerja sama bergotong royong untuk menggerakkan Projo agar tetap eksis di masyarakat sesuai tema Kongres III, Projo Selalu Setia di Garis Rakyat,” tegasnya.

Ia menambahkan, kongres tersebut menjadi momentum memperkuat fondasi organisasi agar Projo semakin solid.

“Kemampuan Projo dalam mengorganisasi rakyat harus kita lakukan juga dalam mengorganisasi organisasi Projo itu sendiri,” imbuh Budi.

Kongres kali ini juga menjadi sorotan karena absennya Presiden ke-7 RI Joko Widodo, yang tercatat sebagai Dewan Penasihat Projo. Jokowi diketahui tidak hadir karena alasan kesehatan dan hanya menyampaikan pidato melalui tayangan video.

Perubahan simbol menjadi keputusan mencolok dalam kongres. Budi Arie menjelaskan bahwa Projo akan mengubah logonya agar tidak lagi terkesan sebagai simbol kultus individu.

“Logo Projo akan kita ubah supaya tidak terkesan kultus individu. Projo bukan lagi Pro Jokowi, tapi Projo sebagai rakyat dan negeri,” kata Budi.

Ia menegaskan, perubahan logo ini sudah dikomunikasikan langsung dengan Jokowi.

“Tadi pagi saya masih komunikasi dengan Bapak Jokowi. Bahwa perubahan logo adalah bagian dari transformasi organisasi Projo untuk menjawab tantangan dan perkembangan zaman,” ujar Budi.

Projo juga berencana menggelar sayembara terbuka agar publik dapat berpartisipasi menentukan desain logo baru.

Halaman:

Tags

Terkini