“Nanti logonya akan kita sayembarakan supaya partisipasi publik bisa muncul dalam menentukan logo Projo yang baru,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Projo, Handoko, menepis anggapan bahwa absennya Jokowi menandakan keretakan hubungan antara mantan presiden dengan para relawan.
“Enggak ada keretakan. Pak Jokowi tetap kasih pidato meski lewat video. Minggu lalu juga kami diterima di Solo,” kata Handoko.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan Projo terhadap Presiden Prabowo Subianto sejalan dengan arahan Jokowi.
“Ya gimana, kan kita pendukungnya Pak Jokowi. Dan arahan beliau memang untuk mendukung Pak Prabowo,” ujarnya.
Baca Juga: Zulhas Sebut Rata-rata IQ Indonesia Cuma 78, Klaim MBG Bisa Naikkan Jadi 120
Menurut Handoko, keputusan mendukung Prabowo bukan langkah mendadak, melainkan hasil dari Musyawarah Rakyat (Musra) Projo yang digelar menjelang Pemilu 2024.
“Hasil Musra jelas, aspirasi bawah mendukung Prabowo. Itu prosesnya panjang, banyak nama muncul, tapi akhirnya mengerucut ke Prabowo,” tambahnya.***
Artikel Terkait
Budi Arie Setiadi, Dari Wartawan Menjadi Menteri Kominfo Ganti Johny G Plate
Presiden Jokowi Minta Menkominfo Budi Arie Setiadi Utamakan Penyelesaian BTS
Laporkan Menkop Budi Arie soal Fitnah Judi Online, Kader PDIP Diperiksa 29 Pertanyaan di Bareskrim
Jokowi Sebut Whoosh Hidupkan Ekonomi Daerah, Menkeu Purbaya: Ada Betulnya Sedikit
Syahganda Nainggolan Sebut Luka Ekonomi 10 Tahun dari Jokowi Mulai Disembuhkan Prabowo
Setelah Jokowi, Kini Prabowo Harus Bereskan Utang Raksasa Whoosh