Syahganda Nainggolan Sebut Luka Ekonomi 10 Tahun dari Jokowi Mulai Disembuhkan Prabowo

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 08:05 WIB
Syahganda Nainggolan sebut ada perbaikan peningkatan daya beli di pemerintahan Presiden Prabowo. (Tangkapan layar YouTube Bambang Widjojanto)
Syahganda Nainggolan sebut ada perbaikan peningkatan daya beli di pemerintahan Presiden Prabowo. (Tangkapan layar YouTube Bambang Widjojanto)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Politikus dan aktivis Syahganda Nainggolan menilai ada tanda-tanda perbaikan dalam perekonomian nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, daya beli masyarakat mulai meningkat dan indeks kepercayaan konsumen tetap menunjukkan tren positif.

Baca Juga: MBG Curi Perhatian di PBB Jenewa, Indonesia Tampilkan Model Pembangunan Inklusif yang Dilirik Dunia

Pernyataan itu disampaikan Syahganda saat menjadi tamu dalam podcast Bambang Widjojanto yang diunggah di kanal YouTube-nya pada Selasa (28/10/2025).

Syahganda mengatakan, meski ekonomi sempat melambat akibat ketegangan geopolitik global dan lemahnya penyerapan anggaran, masyarakat mulai menunjukkan peningkatan daya beli.

“Itu nggak ada masalah, relatif ya. Maksudnya peningkatan daya beli terjadi relatif, tapi memang ada masalah soal kesulitan mencari kerja,” ujar Syahganda.

Ia menambahkan, meski masih ada tantangan di sektor lapangan kerja, indeks kepercayaan konsumen tetap meningkat, menandakan adanya optimisme baru di masyarakat.

Syahganda juga mengaku optimistis bahwa pemerintahan Prabowo mulai memperbaiki berbagai masalah ekonomi yang diwariskan dari pemerintahan sebelumnya.

“Kita ini luka parah gara-gara 10 tahun Jokowi. Tapi kemudian Prabowo mulai nyembuhin dikit. Kulitnya mulai ketutup di zaman Prabowo, lukanya itu,” ucap Syahganda.

“Kalau tetap mau lihat lukanya parah, ya nggak bakal ada yang bisa diapresiasi,” tambahnya.

Baca Juga: Lengkap di Satu Tempat! Mayapada Healthcare Buka Mayapada Medical Center Kuningan untuk Masyarakat Urban Jakarta

Pernyataan ini, kata dia, bukan bentuk glorifikasi, melainkan apresiasi terhadap arah kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Stimulus Ekonomi Dorong Daya Beli

Syahganda menilai kebijakan pemerintah yang menyalurkan stimulus fiskal besar-besaran juga turut membantu menggerakkan daya beli masyarakat.

“Stimulus itu kan fiskal. Misal Prabowo menaikkan upah buruh 6,5 persen. Bayangkan aja kalau 50 juta buruh dikali Rp5 juta rata-rata gaji, naik 6,5 persen—berapa banyak uang yang beredar,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X