daily-vibes

Dedi Mulyadi Pertanyakan Keaslian Air Pegunungan Aqua, Pihak Perusahaan Buka Suara

Kamis, 23 Oktober 2025 | 22:35 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat sidak ke pabrik Aqua di Subang, Jawa Barat. (Dok. Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel)

PONTIANAKGLOBE.COM, SUBANG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tampak terkejut saat melakukan sidak ke pabrik Aqua di Subang, Kamis, (23/10/2025). Dalam kunjungannya, ia menemukan bahwa sumber air yang digunakan perusahaan tersebut ternyata berasal dari sumur bor, bukan dari mata air pegunungan seperti yang selama ini digembar-gemborkan di iklan.

Awalnya, Dedi datang untuk meninjau masalah kendaraan besar yang melintas di kawasan pabrik dan mempercepat kerusakan jalan.

Baca Juga: BPK Diminta Periksa, Purbaya Bongkar Strategi Salah Pemda Jabar Simpan Dana di Giro

Namun, rasa penasarannya muncul saat melihat instalasi pengambilan air yang ternyata bukan dari sumber mata air alami.

“Ini ngambil airnya dibor? Kirain dari mata air gunung,” ucap Dedi dalam video yang diunggah di kanal YouTube miliknya.

Ia pun bertanya apakah pengambilan air dari kedalaman ratusan meter ini tidak menimbulkan dampak pada pergeseran tanah di wilayah tersebut.

Pihak Aqua menjelaskan bahwa sumur yang mereka gunakan memiliki kedalaman bervariasi, antara 60 hingga 132 meter. Mereka mengklaim sistem itu aman dan tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitar.

“Kami juga bekerja sama dengan UGM untuk memastikan kondisi tanah dan air tetap stabil,” jelas perwakilan perusahaan.

Meski demikian, Dedi tetap menyoroti kemungkinan dampak lingkungan dari eksploitasi air tanah di kawasan pegunungan.

Ia juga menyinggung praktik beberapa perusahaan yang kerap tidak jujur dalam melaporkan jumlah titik sumber air.

“Banyak yang ngaku satu titik, padahal pasangnya lima. Sekarang baru bikin izin setelah saya bicara di media sosial,” tegasnya.

Baca Juga: Viral! Pesawat Kargo Emirates Tergelincir dan Tercebur ke Laut di Hong Kong, 2 Tewas

Dalam keterangan resmi, Aqua menegaskan air mereka berasal dari lapisan tanah dalam pegunungan vulkanik dengan perlindungan alami yang mencegah kontaminasi limbah manusia.

Menurut mereka, penelitian terhadap sumber air dilakukan selama satu tahun sebelum dinyatakan layak konsumsi.***

Tags

Terkini