PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pemerintah tengah mempertimbangkan rencana memperpanjang jalur kereta cepat Whoosh dari Jakarta hingga Surabaya. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut banyak faktor yang harus diperhitungkan, mulai dari utang hingga pemerataan pembangunan.
AHY menilai, konektivitas Jakarta–Surabaya bisa membawa dampak besar bagi efisiensi perjalanan. Ia membayangkan jika jarak tersebut bisa ditempuh hanya dalam tiga jam, maka mobilitas masyarakat akan meningkat signifikan.
“Bayangkan kalau kuliah di Surabaya, bisa tiap hari pulang pergi sambil ngerjain tugas atau meeting,” ujarnya di Jakarta, Selasa, (21/10/2025).
Baca Juga: Jalan Kuala Mandor B-Sungai Enau Dilanjutkan 2026, Sujiwo Targetkan Tiga Tahun Harus Tuntas
Namun, AHY juga menyoroti keterbatasan anggaran dan kebutuhan pemerataan pembangunan di wilayah lain.
Menurutnya, fokus pada satu proyek besar tanpa mempertimbangkan daerah lain bisa menimbulkan ketimpangan.
“Kita harus menghitung dengan baik agar tidak mengesampingkan pemerataan,” tegasnya.
Ia menambahkan, setiap proyek besar seperti Whoosh harus memberikan manfaat bagi kawasan yang dilewati, terutama daerah transit.
“Jangan sampai hanya membangun jalur, tapi tidak memberi keuntungan bagi wilayah sekitar,” kata AHY.
Konsep pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD), menurutnya, bisa menjadi solusi untuk menciptakan nilai tambah ekonomi.
Saat ini, proyek Whoosh ke Surabaya masih dalam tahap perhitungan dan pengumpulan masukan dari berbagai pihak. Pemerintah pusat melibatkan kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah agar proyek ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dari sisi kerja sama internasional, pemerintah China menyatakan kesiapan untuk melanjutkan kolaborasi terkait pengoperasian Whoosh di Indonesia.
“Kami siap bekerja sama untuk memastikan operasional kereta cepat yang aman dan stabil,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun.
Ia menilai proyek ini mampu memperkuat pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia sekaligus meningkatkan konektivitas kawasan.***