daily-vibes

Donald Trump Klaim Kesepakatan Damai Gaza Sudah Dekat, Siap Terbang ke Timur Tengah Akhir Pekan Ini

Kamis, 9 Oktober 2025 | 10:39 WIB
Anak-anak bermain di tepi pantai di Jalur Gaza, Sabtu, 9 Augustus 2025. (pexels.com @itz-alawii)

PONTIANAKGLOBE.COM, GAZA -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa proses negosiasi untuk mengakhiri perang dua tahun di Gaza kini sudah berada di tahap akhir.

Ia bahkan mengisyaratkan kemungkinan akan terbang ke Timur Tengah akhir pekan ini untuk membantu memfinalisasi kesepakatan.

Baca Juga: Prabowo Soroti Ketidakpastian Geopolitik Global, Harapkan Perdamaian di Gaza

“Negosiasi berjalan sangat baik, kita sudah sangat dekat dengan kesepakatan,” ujar Trump kepada wartawan di Washington, Rabu (8/10/2025).

Ia menambahkan, perjanjian tersebut berpeluang besar menghadirkan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Dalam sebuah diskusi di Gedung Putih, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sempat menyerahkan catatan tulisan tangan kepada Trump bertuliskan “sangat dekat”, yang menegaskan optimisme Washington atas proses perundingan di Mesir.

Menurut juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, Trump tengah mempertimbangkan perjalanan ke Timur Tengah usai agenda kunjungan ke Rumah Sakit Militer Walter Reed pada Jumat pagi waktu setempat.

Negosiasi di Mesir Capai Titik Kritis

Para pejabat tinggi dari Amerika Serikat, Qatar, dan Turki hadir di resor Sharm el-Sheikh, Mesir, untuk melanjutkan hari ketiga perundingan tidak langsung antara Israel dan Hamas.

Baca Juga: Prabowo Temui Joe Biden, Diskusikan Penguatan Kerja Sama dan Situasi Gaza

Delegasi AS dipimpin oleh utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat senior Jared Kushner, yang juga menantu Trump.

Turut hadir Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani dan Kepala Intelijen Turki Ibrahim Kalin.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan terobosan setelah dua tahun konflik berdarah di Gaza.

“Kemajuan yang baik telah dicapai hari ini,” kata Rubio kepada media. “Meski begitu, masih ada sejumlah hal penting yang perlu disepakati.”

Salah satu isu utama yang masih dibahas adalah jaminan dari Israel untuk menghentikan serangan udara setelah Hamas membebaskan seluruh sandera yang masih ditahan sejak serangan 7 Oktober 2023.

Halaman:

Tags

Terkini