Donald Trump Klaim Kesepakatan Damai Gaza Sudah Dekat, Siap Terbang ke Timur Tengah Akhir Pekan Ini

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 10:39 WIB
Anak-anak bermain di tepi pantai di Jalur Gaza, Sabtu, 9 Augustus 2025. (pexels.com @itz-alawii)
Anak-anak bermain di tepi pantai di Jalur Gaza, Sabtu, 9 Augustus 2025. (pexels.com @itz-alawii)

Hamas juga meminta kepastian dari AS bahwa perang tidak akan kembali pecah setelah gencatan senjata tercapai.

Baca Juga: Israel Konfirmasi Yahya Sinwar, Pemimpin Hamas, Tewas Akibat Serangan di Gaza

Rencana perdamaian versi Trump berisi 20 poin, di antaranya pertukaran 48 sandera Israel dengan sekitar 2.000 tahanan Palestina, penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Gaza, dan pembentukan pemerintahan transisi internasional yang akan mengelola wilayah tersebut.

Namun, masih ada sejumlah perbedaan pandangan.

Hamas menolak menyerahkan seluruh senjatanya, sementara kubu sayap kanan Israel menekan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu agar tidak membebaskan tahanan-tahanan politik tertentu, termasuk Marwan Barghouti yang populer di kalangan warga Palestina.

Israel menyatakan tetap “optimistis tapi berhati-hati”, sedangkan Hamas menegaskan komitmennya untuk mencapai gencatan senjata permanen. Kendati demikian, Netanyahu menyebut bahwa militer Israel akan tetap menjaga kehadiran di Gaza untuk alasan keamanan, pernyataan yang tampak bertentangan dengan rencana Trump.

Dukungan dan Tekanan Internasional

AS dan sekutunya di kawasan, termasuk Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab, mendorong agar kesepakatan segera tercapai. Trump sendiri dikabarkan ingin para sandera Israel dibebaskan minggu ini, dan memperingatkan Hamas akan “konsekuensi besar” bila menolak kesepakatan.

Sementara itu, Prancis dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan lanjutan di Paris bersama negara-negara Eropa dan Timur Tengah untuk membahas pembentukan pasukan stabilisasi serta mekanisme bantuan kemanusiaan di Gaza.

Meski proses diplomatik terus berjalan, serangan Israel masih berlanjut.

Otoritas kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 10 korban jiwa dalam 24 jam terakhir. Total, lebih dari 67.000 warga Palestina tewas dan hampir 170.000 lainnya terluka sejak perang dimulai pada 2023, setelah serangan Hamas yang menewaskan sekitar 1.200 warga Israel dan menyandera 251 orang.

Lembaga internasional, termasuk Komisi HAM PBB, telah menuduh Israel melakukan genosida dalam konflik dua tahun ini. Namun pemerintah Israel menolak tudingan tersebut dan menyatakan aksinya sebagai bentuk pembelaan diri. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: www.theguardian.com, Guardian Australia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X