Sebagai langkah antisipasi, Dinkes berkoordinasi dengan pihak SMKN 6 Semarang, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Semarang Timur/Karangturi, serta Yayasan Putra Maju Mapan Mandiri yang terlibat dalam pelaksanaan Program MBG.
"Sebagai langkah kehati-hatian, distribusi makanan dari penyelenggara SPPG terkait dihentikan sementara hingga proses penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan laboratorium selesai dilakukan," ungkap Hakam.
Sementara itu, Kepala SMKN 6 Semarang, Berty Sagendra, membenarkan bahwa selain siswa, tenaga kependidikan di sekolahnya juga mengalami gejala serupa.
"Saya dapat laporan terdapat tenaga kependidikan yang terdampak juga," ujar Berty, Jumat (31/7/2026).
Hingga berita ini diterbitkan, hasil pemeriksaan laboratorium terkait penyebab dugaan keracunan massal tersebut masih belum diumumkan. Pihak sekolah maupun otoritas terkait juga masih menunggu hasil penyelidikan sebelum menyampaikan kesimpulan resmi. ***
Artikel Terkait
Warga Segel Kantor PLN Palangka Raya, Tebar Bangkai Ayam sebagai Bentuk Protes Pemadaman Listrik
Prabowo Usulkan Atap Ijuk dan Rumbai Gantikan Seng, Dinilai Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan
Transformasi BRIvolution Reignite Kian Akseleratif, Perkuat Kontribusi bagi Perekonomian Nasional
CEO Promedia Grup: AI Ubah Industri Media, tapi Kebutuhan Informasi Tak Akan Pernah Hilang
Video Dugaan Penggerebekan di Rumah Dinas Kalapas Waingapu Viral, Diduga Rekaman Lama
Kebakaran Hotel Pullman Jakarta Barat Berhasil Dikendalikan, 14 Unit Damkar Dikerahkan