Ratusan Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Alami Gejala Keracunan, Dinkes Selidiki Dugaan Terkait Menu MBG

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Minggu, 2 Agustus 2026 | 16:05 WIB
Menyoroti fakta terkini ihwal dugaan kasus keracunan massal imbas konsumsi menu MBG di SMKN 6 Semarang, Jawa Tengah.  (Instagram.com/@katakitaig)
Menyoroti fakta terkini ihwal dugaan kasus keracunan massal imbas konsumsi menu MBG di SMKN 6 Semarang, Jawa Tengah. (Instagram.com/@katakitaig)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAWA TENGAH -- Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa warga SMKN 6 Semarang, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik. Insiden ini diduga terjadi setelah ratusan siswa dan guru mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (31/7/2026).

Hingga saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang masih menyelidiki penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan makanan yang disajikan dalam program MBG.

Baca Juga: Prabowo Usulkan Atap Ijuk dan Rumbai Gantikan Seng, Dinilai Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan

Kepala Dinkes Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, mengatakan hasil pendataan sementara menunjukkan sebanyak 707 warga sekolah mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut.

"Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 707 orang mengalami gejala, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru," kata Hakam dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).

Dari jumlah tersebut, mayoritas mendapat penanganan di lingkungan sekolah. Sementara itu, puluhan lainnya menjalani pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.

"Sebanyak 689 orang mendapat penanganan di sekolah. Sementara sembilan orang dirujuk ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu untuk menjalani observasi lebih lanjut," ujar Hakam.

Ia menegaskan, fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami gejala mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.

Penyebab Masih Diselidiki

Hakam menegaskan, Dinkes belum dapat menyimpulkan penyebab pasti insiden tersebut. Tim masih melakukan penyelidikan epidemiologi, termasuk pemeriksaan sampel makanan dan spesimen dari para korban di laboratorium.

"Secara bersamaan, tim juga melakukan penyelidikan epidemiologi serta pengambilan sampel makanan dan spesimen korban untuk diperiksa di laboratorium sebagai bagian dari penelusuran penyebab kejadian," jelasnya.

Baca Juga: Warga Segel Kantor PLN Palangka Raya, Tebar Bangkai Ayam sebagai Bentuk Protes Pemadaman Listrik

Untuk mempercepat proses penelusuran, Dinkes telah mengaktifkan Tim Gerak Cepat (TGC).

"Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan laboratorium selesai. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan yang sedang berjalan," kata Hakam.

Distribusi Makanan Dihentikan Sementara

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X