Apabila informasi mengenai pengelolaan sekitar 100 titik oleh satu yayasan terbukti benar, maka diperlukan penjelasan dari pihak terkait mengenai mekanisme dan dasar penunjukan pengelola.
Sejumlah pertanyaan hingga kini masih belum terjawab, mulai dari mekanisme penunjukan yayasan, dasar pengelolaan ratusan titik SPPG, hingga dugaan adanya aliran dana yang disebut sejumlah sumber.
PorosJakarta.com akan terus melakukan penelusuran dengan meminta klarifikasi kepada Yayasan Amanah Puri Annisa, Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah daerah, serta pihak-pihak terkait lainnya agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai Kode Etik Jurnalistik.
Redaksi menegaskan bahwa naskah ini merupakan hasil investigasi awal. Informasi yang masih berupa dugaan atau klaim narasumber telah diberi penanda secara jelas dan belum disimpulkan sebagai fakta.
Hak jawab tetap terbuka bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan. Tanggapan dapat disampaikan melalui email [email protected]. ***
Artikel Terkait
Aliansi Mahasiswa Jawa Barat Bahas Janji Prabowo: Menginginkan Presiden yang Berdedikasi
Pagar Laut di Bekasi, Begini Klarifikasi DKP Jawa Barat di Balik Proyek Pelabuhan Perikanan
Disorot karena Tunggakan Pajak, Mobil Dedi Mulyadi Kini Berpelat Jawa Barat
Dedi Mulyadi Teken SE Larangan Keluar Rumah di Atas jam 21.00 WIB, Pelajar di Jawa Barat Punya Jam Malam Mulai Bulan Juni 2025
Dedi Mulyadi Instruksikan Sekolah di Jawa Barat Kompak Masuk Senin-Jumat Jam 6 Pagi
Malam Merah di Atas Cirebon, Misteri yang Masih Menggantung di Langit Jawa Barat