Kasus Meninggalnya dr. Adrian Rantung Diinvestigasi, Sorotan terhadap Lingkungan Pendidikan Dokter Kembali Muncul

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Kamis, 9 Juli 2026 | 13:05 WIB
Menyoroti fakta di balik viralnya dugaan perundungan yang dialami dr Adrian Rantung yang masuk daftar skandal kematian tenaga kesehatan di Indonesia. (Dok. Istimewa)
Menyoroti fakta di balik viralnya dugaan perundungan yang dialami dr Adrian Rantung yang masuk daftar skandal kematian tenaga kesehatan di Indonesia. (Dok. Istimewa)

PONTIANAKGLOBE.COM, SULAWESI UTARA -- Kabar meninggalnya dr. Adrian Rantung, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), menjadi perhatian publik.

dr. Adrian ditemukan meninggal dunia di tempat tinggalnya di Manado pada Minggu (5/7/2026). Hingga kini, penyebab kematiannya masih dalam proses investigasi oleh tim gabungan.

Baca Juga: Kemenko Polkam Kutuk Pembakaran Pesawat AMA dan Tewasnya Pilot di Yahukimo

Seiring mencuatnya kasus tersebut, kembali muncul sorotan terhadap dugaan perundungan di lingkungan pendidikan kedokteran. Namun, hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi yang menyatakan adanya keterkaitan antara dugaan tersebut dengan kematian dr. Adrian.

Kemenkes Hentikan Sementara Kegiatan PPDS di RSUP Kandou

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, mengatakan kegiatan pendidikan PPDS Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado dihentikan sementara selama proses investigasi berlangsung.

Menurutnya, penghentian hanya berlaku untuk aktivitas pendidikan klinis di rumah sakit, bukan terhadap program studi Anestesiologi secara keseluruhan.

"Sementara investigasi itu berjalan, kegiatan pendidikan prodi anestesi di RS Kandou dihentikan sementara," ujar Widyawati, Rabu (8/7/2026).

"Yang dihentikan hanya kegiatan pendidikannya, bukan prodinya. Aktivitas PPDS di RS Kandou akan dibuka kembali setelah ada hasil investigasi tim terhadap kasus tersebut," lanjutnya.

Kemenkes menyebut investigasi dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Kementerian Kesehatan, Konsil Kedokteran Indonesia, Kolegium Anestesi, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Sejumlah Kasus Dokter Turut Menjadi Sorotan

Kasus meninggalnya dr. Adrian turut memunculkan kembali perhatian publik terhadap sejumlah peristiwa yang melibatkan tenaga kesehatan dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: KPK Ungkap Asal Amplop yang Dibawa Bupati Kuansing ke Menhut Raja Juli, Ini Penjelasannya

Pada Juni 2026, publik menyoroti meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha yang bertugas di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Saat itu beredar dugaan adanya tekanan di lingkungan kerja, namun penyebab kematiannya masih menjadi perhatian berbagai pihak.

Sementara pada Mei 2026, meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmy, dokter internship di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi, juga menjadi sorotan. Kasus tersebut memicu diskusi mengenai beban kerja tenaga kesehatan dan pentingnya perlindungan terhadap dokter muda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X