"Pada saat salah satu pelaku sudah diamankan, tiba-tiba keluarga pelaku menyerang anggota menggunakan parang," ujarnya.
Menghadapi serangan tersebut, petugas melakukan tindakan tegas dan terukur.
"Anggota di lapangan kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga satu orang dari pihak keluarga terduga pelaku meninggal dunia," kata Dodik.
Dalam insiden itu, Aipda Yudhie Perdana Putra meninggal dunia akibat luka senjata tajam di lokasi kejadian.
Sementara itu, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Hingga berita ini diterbitkan, kepolisian belum menyampaikan perkembangan lebih lanjut mengenai proses hukum maupun hasil penyelidikan atas rangkaian peristiwa yang menyebabkan tiga anggota Polres Katingan gugur saat bertugas. ***
Artikel Terkait
Guru Besar Untan Sebut MATA PANDAWA Berpotensi Jadi Cagar Biosfer UNESCO
Viral Dugaan Penganiayaan Istri oleh Oknum Polisi di Tegal, Korban Disebut Dipaksa Konsumsi Sabu hingga Alami Luka Bakar
Kemenko Polkam Kutuk Pembakaran Pesawat AMA dan Tewasnya Pilot di Yahukimo
KPK Ungkap Asal Amplop yang Dibawa Bupati Kuansing ke Menhut Raja Juli, Ini Penjelasannya
Korban Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Polisi di Tegal Ungkap Trauma, Sang Ibu Ceritakan Kondisi Psikologis Anak
Qodari Minta Publik Bersabar, Tegaskan Kopdes Merah Putih Masih Dalam Tahap Pengembangan