Korban Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Polisi di Tegal Ungkap Trauma, Sang Ibu Ceritakan Kondisi Psikologis Anak

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Minggu, 5 Juli 2026 | 14:10 WIB
Menyoroti penuturan pilu seorang ibu usai putrinya dilaporkan menjadi korban penganiayaan anggota polisi di Tegal, Jawa Tengah. (Instagram.com/@hotmanparisofficial)
Menyoroti penuturan pilu seorang ibu usai putrinya dilaporkan menjadi korban penganiayaan anggota polisi di Tegal, Jawa Tengah. (Instagram.com/@hotmanparisofficial)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAWA TENGAH -- Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial MAN (30), yang diduga dilakukan oleh anggota Polres Tegal Kota berinisial Aiptu N, menjadi perhatian publik.

Kasus tersebut mencuat setelah MAN, didampingi kuasa hukumnya, melaporkan dugaan penganiayaan ke Bareskrim Polri di Jakarta pada Jumat, 3 Juli 2026.

Baca Juga: Benarkah Baterai Mobil Listrik Merusak Lingkungan? Simak Penjelasan Para Ahli

Perempuan asal Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, itu mengaku mengalami berbagai bentuk kekerasan selama menjalin hubungan dengan terduga pelaku.

"Kejadiannya yang aku alami, aku mengalami penyiksaan, terus sampai penyiraman air keras," ujar MAN kepada awak media.

Selain dugaan penyiraman cairan keras, MAN mengaku mengalami pemukulan, intimidasi, hingga ancaman penyebaran video bermuatan asusila.

Menurut pengakuannya, dugaan penyiraman terjadi pada September 2025.

MAN juga mengatakan anaknya yang kini berusia empat tahun sempat menyaksikan sebagian peristiwa yang dialaminya.

"Menyaksikan," jawab MAN saat ditanya apakah anaknya melihat langsung kejadian tersebut.

Sang Ibu Ungkap Trauma Korban

Dalam kesempatan terpisah, ibu korban, Sri Haryati, menceritakan kondisi psikologis putrinya yang disebut mengalami trauma berat akibat dugaan kekerasan tersebut.

Baca Juga: Bos BSI Area Sulsel Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Verbal terhadap Bawahan, Korban Mengaku Depresi

Saat mendampingi MAN di kantor kuasa hukum perwakilan Hotman 911 di Pancuran, Kota Cirebon, Jumat, 3 Juli 2026, Sri mengaku pernah mendengar putrinya mengutarakan keinginan yang membuatnya terpukul.

"Dia tuh sampai pernah ngomong gini sama saya, 'Mama punya suntikan buat MAN saja? Buat suntikan mati'," tutur Sri sambil menangis.

Mendengar ucapan tersebut, Sri berusaha menguatkan putrinya agar tetap bertahan demi anaknya yang masih berusia empat tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X