288 Ribu Papan Interaktif Ubah Cara Belajar Siswa

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 4 April 2026 | 08:28 WIB
Ilustrasi: Papan Tulis Interaksi  (MonsterAR)
Ilustrasi: Papan Tulis Interaksi (MonsterAR)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Transformasi pendidikan digital di Indonesia mendapat perhatian global seiring masifnya penggunaan papan tulis interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP) di ruang kelas.

Sorotan tersebut datang dari Global South World yang menampilkan bagaimana teknologi ini mengubah suasana belajar menjadi lebih hidup dan interaktif. Dalam unggahan videonya, terlihat siswa lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran.

Baca Juga: Inovasi Pascabencana, Kayu Hanyutan Jadi Material Hunian

Sejumlah siswa mengaku metode ini membuat pelajaran lebih mudah dipahami dibandingkan cara konvensional.

“Lebih gampang dicerna aja di otak kita sih kak,” ujar seorang siswa.

“Terus kita jadi bosen gitu ngeliat papan tulis yang putih doang,” tambah siswi lainnya.

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa sekitar 288.000 layar interaktif telah digunakan di berbagai sekolah di Indonesia, menggantikan papan tulis tradisional.

Teknologi ini memungkinkan guru menyampaikan materi dengan visual yang lebih variatif, sehingga meningkatkan fokus dan partisipasi siswa di kelas.

Program digitalisasi ini juga telah menjangkau sekitar 21 juta siswa hingga November 2025, serta melibatkan lebih dari 55.000 guru yang mendapatkan pelatihan penggunaan teknologi tersebut.

Selain membantu proses belajar, IFP juga dinilai mampu mendorong minat siswa pada berbagai bidang. Beberapa siswa mengaku lebih menikmati pelajaran seperti informatika dan matematika karena penyajian yang lebih menarik.

“Apalagi untuk pelajar matematika, yang biasanya murid lebih boring untuk menggunakan papan tulis, dengan ini lebih fun,” ujar seorang siswi.

Baca Juga: Donat Boat Terbalik di Pantai Ammani, Wisatawan Terlempar

Tak hanya itu, teknologi ini juga membuka akses pembelajaran yang lebih luas, termasuk untuk mendukung minat non-akademik seperti olahraga.

“Aku mau jadi atlet tenis meja. Aku bisa menggunakan digitalnya buat nonton pertandingan atlet yang aku suka,” kata seorang siswa.

Menariknya, perangkat IFP dirancang fleksibel karena dapat digunakan baik secara online maupun offline. Bahkan, tersedia opsi penggunaan tenaga surya untuk menjangkau daerah yang belum memiliki akses listrik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X