Zakat Rp300 Ribu Jadi Magnet, Tarawih di Sumenep Membludak

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Senin, 23 Februari 2026 | 14:06 WIB
Menyoroti viralnya video ribuan warga Sumenep, Jawa Timur mengantre panjang untuk mendapatkan tempat tarawih di bulan Ramadan 2026. (Dok. Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti viralnya video ribuan warga Sumenep, Jawa Timur mengantre panjang untuk mendapatkan tempat tarawih di bulan Ramadan 2026. (Dok. Instagram.com/@undercover.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, SUMENEP -- Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan antrean panjang warga di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjelang pelaksanaan salat tarawih Ramadan 1447 Hijriah. Unggahan akun Instagram @undercover.id pada Minggu, 22 Februari 2026, menyebut ribuan warga sudah datang sejak siang hari untuk memastikan tempat di area masjid.

“Ribuan warga Sumenep booking tempat tarawih sejak jam 2 siang,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.

Antrean itu terjadi di sekitar Musala Wakaf Abdullah, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kota, Sumenep. Dalam video yang beredar, terlihat ruas jalan di depan musala dipadati warga yang hendak mengikuti salat tarawih malam pertama. Kepadatan jemaah bahkan meluas hingga ke badan jalan.

Baca Juga: Dugaan Pelanggaran Pengabdian, LPDP Lakukan Pendalaman

Belakangan diketahui, tingginya antusiasme warga tidak hanya karena momen tarawih perdana Ramadan, tetapi juga berkaitan dengan pembagian zakat mal berupa uang tunai Rp300 ribu per orang kepada jemaah.

Berdasarkan informasi yang beredar, pembagian amplop berisi Rp300 ribu tersebut rutin dilakukan setiap Ramadan dan telah menjadi tradisi tahunan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Imlek 2026 di Gereja Kumetiran: Ekaristi Syukur, Angpau untuk Anak-anak hingga Takjil bagi Umat Muslim

Zakat mal itu diketahui berasal dari politisi senior PDI Perjuangan, MH Said Abdullah, yang kembali menyalurkannya kepada ribuan warga pada Ramadan tahun ini. Dana diserahkan dalam bentuk uang tunai yang dikemas dalam amplop putih polos tanpa logo atau gambar.

Dalam pelaksanaannya, warga mengantre setelah menunaikan salat tarawih untuk menerima zakat tersebut. Tradisi ini disebut menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah jemaah yang hadir sejak sore hari pada malam pertama Ramadan di Sumenep.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X