Kontroversi Wakaf di Tanah Suci, Randy Pernama Minta Transparansi 3.000 Mushaf

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Kamis, 19 Februari 2026 | 06:19 WIB
Menyoroti dugaan mark up wakaf Al-Quran yang menjerat pengusaha, Taqy Malik hingga kini layangkan undangan terbuka untuk tabayyun. (Dok. Instagram.com/@taqy_malik)
Menyoroti dugaan mark up wakaf Al-Quran yang menjerat pengusaha, Taqy Malik hingga kini layangkan undangan terbuka untuk tabayyun. (Dok. Instagram.com/@taqy_malik)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA --Perbincangan di media sosial memanas setelah muncul dugaan mark up dalam program wakaf mushaf Al-Quran di Tanah Suci. Isu ini mencuat usai tudingan yang disampaikan Randy Pernama melalui akun Instagram @paparich666 pada pekan lalu.

Randy menyoroti selisih harga yang dinilai terlalu besar dibanding modal yang disebut dikeluarkan oleh Taqy Malik. Ia mempertanyakan transparansi harga mushaf yang ditawarkan dalam program wakaf tersebut.

Baca Juga: Resmi! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026

Menanggapi tudingan itu, Taqy Malik memberikan klarifikasi melalui Instagram Story di akun @taqy_malik pada Rabu, 18 Februari 2026. Dalam video tersebut, Taqy memperlihatkan dirinya bertanya langsung kepada seorang pedagang mushaf di depan Masjid Nabawi mengenai harga terbaru.

"Saya lagi nanya iseng sama abang (penjual) yang di depan Nabawi, berapa harga mushaf sekarang," ujar Taqy.

"Dia bilang '80 Riyal'. Bukan saya yang bilang, kan lucu dipelintir dan diframing bilang saya menjual 80 Riyal," terangnya.

Dalam video itu, pedagang menyebut harga satu mushaf sebesar 80 Riyal. Taqy menegaskan nominal Rp330.000 yang dibebankan kepada jemaah justru lebih rendah dibanding harga eceran yang ia temui di lokasi tersebut.

"Kalian hitung sendiri, 80 Riyal itu dikonversi ke Rupiah menjadi Rp360.000, sedangkan saya jual Rp330.000," ungkapnya.

Di sisi lain, Randy Pernama tetap meragukan klaim tersebut. Dalam unggahan 12 Februari 2026 di akun @paparich666, ia mengaku selama lima tahun bolak-balik ke Arab Saudi tidak pernah menemukan harga mushaf mencapai 80 Riyal.

"Selama saya 5 tahun bolak-balik di Saudi, tidak pernah menemukan harga mushaf Al-Quran seharga 80 Riyal. Antum penyalur wakaf atau jualan wakaf?" tulis Randy.

Ia menyebut harga rata-rata mushaf di toko sekitar 40–50 Riyal atau setara Rp180.000 hingga Rp200.000. Randy juga meminta Taqy membuktikan secara terbuka keberadaan 3.000 mushaf yang disebut diperoleh di Makkah dan Madinah.

"Berani tidak posting feed video dagangan Anda, polisi Makkah dan Madinah tinggal saya mention nanti," tandasnya.

Baca Juga: Lapangan Padel di Permukiman Cilandak Dikeluhkan Warga, Kebisingan Disebut Lewati Ambang Batas

Sebagai respons, Taqy telah melayangkan undangan tabayyun secara terbuka kepada Randy melalui unggahan Instagram pada Selasa, 17 Februari 2026. Ia mengajak Randy berdiskusi dalam forum live Instagram untuk meluruskan tuduhan mark up hingga isu distribusi wakaf.

"Saya membuka ruang ini dengan niat baik, agar segala hal menjadi terang, agar tidak ada syubhat yang tersisa," tulis Taqy.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Rekomendasi

Terkini

X