Heboh Isu Akuisisi Nusa Raya Cipta, Begini Tanggapan Tegas Grup Barito

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 13 November 2025 | 14:21 WIB
Prajogo Pangestu, pengusaha asal Indonesia pendiri Barito Pacific.
Prajogo Pangestu, pengusaha asal Indonesia pendiri Barito Pacific.

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kabar rencana Grup Barito untuk mengakuisisi PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) akhirnya dibantah langsung oleh manajemen PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu itu menegaskan tidak memiliki niat mengambil alih NRCA melalui anak usahanya, PT Griya Idola (GI).

Baca Juga: 2 Saham AI Ini Diprediksi Meledak November 2025, Apakah Nvidia dan Amazon Jadi Jawara?

Dalam paparan publik daring, Direktur BRPT David Kosasih menegaskan bahwa isu akuisisi tersebut tidak benar.

“Kami tegaskan, tidak ada rencana untuk mengakuisisi Nusa Raya Cipta. Fokus kami saat ini adalah memperkuat bisnis properti melalui Griya Idola,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).

David menjelaskan, Griya Idola menjadi andalan Grup Barito di sektor properti.

Ke depan, tidak menutup kemungkinan anak usaha tersebut akan go public alias melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Meski belum direncanakan dalam waktu dekat, perseroan disebut akan memastikan kesiapan penuh sebelum mengambil langkah tersebut.

Baca Juga: Efek Domino Setelah Tropical Coastland Dicoret dari PSN, Saham PANI Langsung Babak Belur

“Kami ingin setiap anak usaha benar-benar siap sebelum dibawa ke publik,” tambah David.

Beberapa proyek yang tengah digarap Griya Idola antara lain Wisma Barito Pacific I & II, Patimbang Industrial Estate, Griya Idola Industrial Park, Griya Idola Residence Tangerang, dan Mambruk Hotel & Convention.

Selain itu, perusahaan juga sedang mengembangkan Wahid Hasyim Landplot di lahan seluas 300 meter persegi di kawasan strategis Jakarta Pusat.

Dari sisi kinerja, BRPT mencatat lonjakan pendapatan hingga 231,75% secara tahunan (YoY) sepanjang Januari–September 2025, dengan total US$5,56 miliar.

Sebagian besar pendapatan berasal dari segmen petrokimia sebesar US$5,10 miliar atau 91,7% dari total pendapatan.

Adapun segmen energi dan sumber daya menyumbang US$457,37 juta atau 8,22%, sementara pendapatan lainnya tercatat sebesar US$3,88 juta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X