Dengan cara ini, MBG tidak hanya meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah dan kelompok rentan, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.
Baca Juga: Royalti Musik di Persimpangan: Musisi Lawan LMKN, Kepercayaan Menipis
Para narasumber forum menyoroti tantangan penguatan ketahanan pangan domestik, termasuk ketersediaan stok, stabilitas harga, serta peningkatan kapasitas produksi dan organisasi pelaku usaha di sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan UMKM.
Karena itu, kolaborasi lintas sektor serta kemitraan antara pemerintah dan swasta dinilai krusial untuk mewujudkan sistem pangan yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan.
Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas dan Perwakilan Tetap Republik Indonesia di Jenewa, dengan menghadirkan sejumlah pembicara internasional, antara lain:
-
Ms. Luz Maria de la Mora (UNCTAD)
-
Ms. Braulio Morera (World Economic Forum)
-
Ms. Shannon Howard (World Food Programme)
-
Ms. Afshan Khan (Scaling Up Nutrition Movement)
-
Bapak Sarwono (Badan Gizi Nasional)
Para peserta menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama lintas sektor dan lintas negara untuk membangun sistem pangan global yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan tangguh. ***
Artikel Terkait
Kandungan Susu MBG Disorot, BGN Tegaskan Setara Susu Segar dan Penuhi Standar BPOM
Kilas Balik Menu MBG Viral, dari Sajian Bergizi hingga Minimalis
Purbaya Buka Suara Soal Dana Rp100 Triliun MBG: “Belum Ada Uangnya!”
426 Siswa Dilaporkan Sakit Perut, BGN Evaluasi Keamanan Pangan MBG di Yogyakarta
Prabowo Menargetkan MBG Harus 0% Insiden, Tak Ada Alasan untuk Gagal
1,4 Miliar Porsi dalam Setahun, Prabowo Pamer MBG Jadi Kebanggaan Dunia