Filsafat Kamera, Cara Unik Gubernur Akpol Didik Taruna Jaga Citra Polri

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:20 WIB
Foto bersama usai Acara Pembekalan Penulisan Manuskrip sebagai Tugas Akhir Pasis Akpol Angkatan 57, di Auditorium Paramartha Akpol, Semarang,  Senin (20/10/2025). (Dok. Pontianak Globe)
Foto bersama usai Acara Pembekalan Penulisan Manuskrip sebagai Tugas Akhir Pasis Akpol Angkatan 57, di Auditorium Paramartha Akpol, Semarang, Senin (20/10/2025). (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, SEMARANG -- Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) Irjen Pol Midi Siswoko SIK, mengajak para Perwira Siswa (Pasis) Akpol untuk mengembalikan citra dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri dengan membangun integritas.

Ia mengajak para Pasis belajar dari “Filsafat Kamera” sebagai cerminan cara pandang seorang perwira di era informasi digital.

Baca Juga: Baru Sebulan Menang Pemilu, Wali Kota Herdecke di Jerman Iris Stalzer Ditikam Anak Angkatnya, Begini Fakta-nya Menurut Polisi

Hal itu disampaikan Irjen Pol Midi dalam acara Penyamaan Persepsi Dewan Penguji dan Pembimbing Tugas Akhir Manuskrip Pasis Akpol 57/Batalyon Adhi Wiratama di Auditorium Paramartha Akpol, Semarang, Senin (20/10/2025).

Acara dihadiri Wakil Gubernur Akpol Brigjen Pol Muhammad Taslim Chairuddin, dosen dari Universitas Diponegoro dan Universitas Negeri Semarang, para pengasuh, pembimbing akademik, serta ratusan Pasis.

Turut memberikan pembekalan Kabid Pengsos Akpol Kombes Pol Hady Winarno SIK MM, Prof Dr Rodiyah Tangwun, Prof Dr Arief Yulianto SE MM, dan Kadivhumas Polri Irjen Pol Dr Sandi Nugroho SIK SH MHum, yang diwakili Brigjen Pol Drs H Saptono Erlangga Waskitoro, Penata Kehumasan Polri Utama Tingkat II Divhumas.

Dalam paparannya berjudul “Manajemen Media dan Tugas Kepolisian: Filsafat Sebuah Kamera”, Irjen Pol Midi menekankan pentingnya membangun perspektif baru dalam memaknai citra Polri di mata publik. Menurutnya, realitas hari ini tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga di layar.

“Citra Polri kini tidak lagi dibentuk oleh kamera institusi, melainkan oleh jutaan kamera masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Polisi Dalami Dugaan Eksploitasi Anak di Balik Kematian Tragis Remaja Spa Pejaten Barat

Kamera, lanjutnya, adalah alat untuk menangkap cahaya, tetapi di tangan manusia, menjadi alat untuk menangkap makna.

“Kamera tidak pernah berbohong, tapi bisa salah arah. Ia merekam apa yang tampak, namun bisa lupa pada konteks di baliknya,” ucap Midi.

Ia menegaskan, media bekerja dengan prinsip yang sama.

“Tugas polisi adalah memastikan dirinya tetap layak difoto dari sudut mana pun. Jika yang kita pancarkan adalah integritas, maka hasilnya akan tetap terang, meski direkam dari ruang yang gelap,” ujarnya.

Menurut Irjen Pol Midi, ada tiga unsur utama dalam Filsafat Kamera dan Prinsip Manajemen Media Polri: Lensa (perspektif), Aperture (transparansi dan kecepatan), serta Fokus (integritas dan konsistensi).

“Publik tidak melihat polisi sebagaimana polisi melihat dirinya, tetapi sebagaimana mereka mengalami polisi dalam kehidupan sehari-hari. Maka jagalah kejernihan lensa moral dan intelektual kita, agar masyarakat melihat Polri sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X