Filsafat Kamera, Cara Unik Gubernur Akpol Didik Taruna Jaga Citra Polri

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:20 WIB
Foto bersama usai Acara Pembekalan Penulisan Manuskrip sebagai Tugas Akhir Pasis Akpol Angkatan 57, di Auditorium Paramartha Akpol, Semarang,  Senin (20/10/2025). (Dok. Pontianak Globe)
Foto bersama usai Acara Pembekalan Penulisan Manuskrip sebagai Tugas Akhir Pasis Akpol Angkatan 57, di Auditorium Paramartha Akpol, Semarang, Senin (20/10/2025). (Dok. Pontianak Globe)

Karena itu, redefinisi manajemen media Polri menjadi kebutuhan mendesak di era disrupsi informasi.

Ia menilai, komunikasi publik kini semakin kompleks karena setiap kanal digital memiliki karakter dan generasi pengguna yang berbeda.

“Media memerlukan pembaca, pengikut, dan subscriber. Sebaik apa pun konten, jika tidak dibaca dan tidak berdampak, maka tidak ada artinya,” tegasnya.

Putut menambahkan, kekuatan isu dan opini publik juga bergantung pada teknologi dan kemasan pesan yang tepat.

“Sekarang, jempol netizen bisa lebih tajam daripada guillotine,” ujarnya.

Di akhir paparannya, Putut menekankan bahwa Polri memiliki semua modal untuk membangun citra positif—dari sumber daya manusia, jaringan, hingga teknologi.

“Gunakan YouTube, Facebook, Instagram, TikTok, dan podcast sebagai sarana menciptakan tone positif Polri. Karena di era ini, bukan siapa yang paling kuat yang dipercaya publik, tapi siapa yang paling jujur,” pungkasnya. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X