Baru Sebulan Menang Pemilu, Wali Kota Herdecke di Jerman Iris Stalzer Ditikam Anak Angkatnya, Begini Fakta-nya Menurut Polisi

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 14 Oktober 2025 | 12:01 WIB
Tim medis dan polisi terlihat bergegas mengevakuasi Iris Stalzer dari apartemennya di Herdecke. Ia mengalami luka tusuk serius sebelum diterbangkan ke rumah sakit terdekat. (YouTube @euronews)
Tim medis dan polisi terlihat bergegas mengevakuasi Iris Stalzer dari apartemennya di Herdecke. Ia mengalami luka tusuk serius sebelum diterbangkan ke rumah sakit terdekat. (YouTube @euronews)

PONTIANAKGLOBE.COM, JERMAN -- Wali kota terpilih kota Herdecke, Jerman barat, Iris Stalzer, dikabarkan mulai pulih setelah mengalami penusukan di rumahnya pada awal pekan ini.

Polisi menyebutkan, nyawa politikus berusia 57 tahun itu kini tidak lagi dalam bahaya.

Baca Juga: Kuliah Gratis di Jerman? Ini 4 Beasiswa yang Bisa Kamu Lamar

Yang mengejutkan, Stalzer sendiri mengungkap kepada penyelidik bahwa pelaku penusukan adalah anak perempuannya yang diadopsi.

Insiden ini terjadi pada Selasa (7/10/2025) siang waktu setempat.

Iris Stalzer ditemukan di dalam rumahnya dengan beberapa luka tusuk dan segera dievakuasi menggunakan helikopter menuju rumah sakit di kota Hagen.

Ia sempat sadar dan bisa menjawab pertanyaan polisi dari ranjang rumah sakitnya.

Kepolisian dan kejaksaan belum mengungkap motif pasti di balik penyerangan ini.

Namun mereka menegaskan bahwa kasus tersebut melibatkan dua anak di bawah umur -- sang putri berusia 17 tahun dan adik laki-lakinya berusia 15 tahun.

Kasus ini menyita perhatian publik Jerman karena posisi Iris Stalzer sebagai pejabat publik yang baru saja memenangkan pemilihan wali kota dari Partai Sosial Demokrat (SPD).

Di lokasi kejadian, polisi menemukan tanda-tanda perkelahian di ruang bawah tanah, pakaian korban yang ditanggalkan, serta dua pisau yang diduga digunakan dalam penyerangan.

Baca Juga: Kejutan! Superstar Real Madrid Toni Kroos Batal Pensiun, Perkuat Timnas Jerman di Euro 2024

Jaksa penuntut umum Bernd Haldorn menyebutkan bahwa hingga saat ini, tidak ada dasar hukum untuk menahan sang anak.

Menurutnya, tindakan tersebut lebih tepat dikategorikan sebagai penganiayaan berat, bukan percobaan pembunuhan.

Haldorn juga menjelaskan bahwa fakta sang anak justru menghubungi layanan darurat bersama adik laki-lakinya menunjukkan tidak ada niat untuk membunuh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: dw.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X