Bukan Cuma Soal Utang, Inilah Kesalahan Fatal di Balik Skema Bisnis Kereta Cepat Whoosh

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Minggu, 19 Oktober 2025 | 20:08 WIB
Menyoroti kontroversi proyek Whoosh yang diduga mengalami pembengkakan biaya hingga beban utang besar negara.  (Dok. Instagram.com/@keretacepat_id)
Menyoroti kontroversi proyek Whoosh yang diduga mengalami pembengkakan biaya hingga beban utang besar negara. (Dok. Instagram.com/@keretacepat_id)

“Kalau jalan tol, tanahnya dibayar negara. Kalau kereta cepat, perusahaan yang bayar. Angkanya bisa 15 triliun,” jelasnya.

Meski subsidi untuk transportasi publik seperti MRT dan LRT telah mencapai lebih dari Rp10 triliun per tahun, Whoosh dinilai menimbulkan dilema baru: antara kebanggaan nasional dan beban fiskal.

Baca Juga: Mahfud MD vs KPK: Siapa yang Keliru soal Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh?

Akbar Faizal pun menilai, transparansi dan pertanggungjawaban publik harus ditegakkan agar kesalahan kebijakan tidak terus diwariskan.

“Tidak adil bagi anak bangsa ini menanggung beban sebesar ini hanya karena dulu tidak ada yang berani bersuara,” ujarnya.

Kini, polemik Whoosh bukan sekadar tentang utang dan bunga, melainkan tentang keputusan politik dan tata kelola yang sejak awal dinilai tak transparan dan berisiko tinggi bagi keuangan negara. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X