“Ini kondisi darurat, jadi kami yang masuk. Untuk anggaran, Insyaallah cukup dari APBN, tapi tidak menutup kemungkinan juga ada bantuan dari swasta,” ujar Dody, Selasa (7/10/2025).
Ia menambahkan, anggaran untuk renovasi kemungkinan akan diambil dari dana sektor pendidikan di bawah Kementerian PU dan akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama.
“Kami punya dana pendidikan di Ditjen Perencanaan Strategis yang bisa digunakan untuk fasilitas pendidikan, baik Islam maupun non-Islam,” jelasnya.
Baca Juga: Istana Respons Soal Utang Whoosh: Cari Skema Pembayaran Tanpa Sentuh APBN
Meski demikian, Dody menyebut perhitungan anggaran masih dalam tahap awal karena area ponpes masih dalam penanganan kepolisian.
“Belum ada perhitungan lebih jauh karena masih police line,” katanya.
Rencana renovasi Ponpes Al Khoziny ini masih menunggu kejelasan lebih lanjut, baik dari sisi penganggaran maupun mekanisme pelaksanaannya. Pemerintah memastikan langkah yang diambil nantinya tetap sesuai aturan dan prinsip akuntabilitas publik.***
Artikel Terkait
Tragedi Ponpes Al Khoziny: 67 Santri Wafat, Pihak Pesantren Minta Maaf, Polisi Siap Usut Tuntas
Usai Musala Ambruk, Pemerintah Siap Bangun Ulang Ponpes Al Khoziny Pakai APBN!
Setelah 9 Hari Evakuasi, Polisi Naikkan Status Kasus Ambruknya Ponpes Al Khoziny ke Penyidikan
Ponpes Al Khoziny Bakal Dibangun Ulang, Tapi Menkeu Baru Tahu dari Media!
Pemerintah Diminta Hati-Hati Soal Dana APBN untuk Ponpes Al Khoziny
Ponpes Runtuh, Dana Negara Mengalir? Rencana APBN Bangun Ulang Picu Perdebatan