PONTIANAKGLOBE -- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo target setiap tahun peremajaan sawit rakyat seluas 180.000 hektare (Ha) terpenuhi melalui program Gugus Tugas Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun.
Sebagai informasi Gugus Tugas Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun fokus tahap awal bekerja di 8 (delapan) provinsi sentra peremajaan yakni Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.
Dilansir dari laman Kementerian Pertanian, menurutnya, peremajaan sawit rakyat itu tersebar di 21 provinsi se-Indonesia yang memiliki sentra perkebunan kelapa sawit.
"Saya mengajak semua pihak terlibat dalam program peremajaan sawit rakyat, khususnya pekebun kelapa sawit program peremajaan sawit rakyat seluruh Indonesia," kata Syahrul Yasin Limpo dikutip Pontianak Globe, Rabu (17 Mei 2023).
Dia mengatakan program peremajaan sawit rakyat sangat penting untuk memperbaiki tata kelola perkebunan sawit rakyat yang berkelanjutan.
Selain itu, kata Syahrul Yasin Limpo, untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat dan memberikan peningkatan kesejahteraan pekebun sawit.
Di sisi lain, Direktur Jenderal Perkebunan Andi Nur Alam Syah mengatakan program peremajaan sawit rakyat mengganti tanaman tua dan tidak produktif dengan memberikan benih unggul berkualitas.